Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait konflik dengan Iran. Trump menegaskan Teheran memiliki kepentingan besar untuk segera mencapai kesepakatan di tengah mandeknya negosiasi program nuklir dan memanasnya situasi kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara via telepon dengan stasiun televisi Prancis BFMTV pada Sabtu (16/5), Trump mengaku belum yakin apakah kesepakatan dengan Iran bisa segera tercapai. Namun ia memberi peringatan bahwa Iran akan menghadapi situasi berat jika pembicaraan terus menemui jalan buntu.
“Saya tidak tahu. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan mengalami masa yang sangat sulit. Mereka memiliki kepentingan untuk mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada koresponden BFMTV di AS, dikutip dari Anadolu, Senin (18/5).
Baca Juga: Berulah Lagi, Israel Bombardir Lebanon Meski Gencatan Senjata Diperpanjang
Pernyataan itu muncul di tengah laporan sejumlah media internasional yang menyebut Trump tengah mempertimbangkan langkah lanjutan terhadap Iran, termasuk kemungkinan melanjutkan serangan terhadap rezim Teheran.
Ketegangan di kawasan memang belum mereda sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran yang menyasar Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk.
Situasi semakin memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang selama ini menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak global.
Meski sempat tercapai gencatan senjata melalui mediasi Pakistan pada 8 April, upaya damai belum menghasilkan kesepakatan permanen. Pembicaraan yang digelar di Islamabad gagal mencapai solusi jangka panjang antara pihak-pihak yang bertikai.
Baca Juga: Sikap AS Bergeser, Donald Trump Setuju Tangguhkan Nuklir Iran Selama 20 Tahun
Di sisi lain, Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu. Namun, Washington tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
Kondisi itu membuat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah terus meningkat, sementara dunia internasional masih menunggu arah kebijakan berikutnya dari Washington maupun Teheran.





