Presiden Prabowo Subianto menyambangi tanah kelahiran aktivis serikat buruh sekaligus pahlawan nasional, Marsinah, di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di sana, Prabowo meresmikan Museum Marsinah, menyambangi kediaman masa kecil hingga ziarah makam Marsinah.
Kunjungan itu dilakukan Prabowo pada Sabtu (16/5/2026). Desa Nglundo, Sukomoro, mendadak ramai hiruk-pikuk warga yang sedari pagi menunggu kedatangan presiden.
Menyusuri Kediaman MarsinahSebelum melangkah ke podium peresmian museum, Prabowo terlebih dahulu menyambangi sebuah hunian sederhana yang menjadi saksi bisu masa kecil sang pejuang buruh. Rumah itu berdiri kokoh di tengah desa, tempat di mana nilai-nilai keberanian Marsinah mulai tumbuh.
Kedatangan Prabowo disambut hangat oleh keluarga besar Marsinah. Raut wajah haru terpancar dari kakak Marsinah, Marsini, dan adiknya, Wijiati.
Prabowo didampingi oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Prabowo kemudian melangkah masuk ke dalam rumah.
Di sana, mantan Menteri Pertahanan itu diajak melihat setiap sudut rumah, hingga tiba di sebuah ruangan kecil yakni kamar pribadi Marsinah. Prabowo sempat terdiam sejenak, melihat jejak keseharian seorang perempuan muda yang kelak namanya abadi dalam sejarah buruh nasional.
Momen kekeluargaan itu pun diabadikan dengan sesi foto bersama di teras rumah, sebelum rombongan bergeser ke sisi sebelah kiri rumah tersebut yang menjadi tempat di mana Museum Marsinah kini berdiri megah sebagai simbol penghormatan.
"Ini baju terakhir Pak, baju terakhir Bu Marsinah dengan tasnya," ujar Andi Gani menunjuk ke sebuah lemari kaca.
(fca/fca)





