Keiko Fujimori dan Roberto Sanchez Lolos ke Putaran Kedua Pilpres Peru

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Lima: Otoritas pemilu Peru secara resmi memastikan kandidat sayap kanan Keiko Fujimori akan menghadapi politikus sayap kiri Roberto Sanchez dalam putaran kedua pemilihan presiden (pilpres) Peru, menyusul putaran pertama yang diwarnai berbagai persoalan logistik dan tuduhan kecurangan.

Juri Pemilu Nasional Peru (JNE) pada Minggu, 17 Mei 2026, mengesahkan hasil putaran pertama pemungutan suara. Berdasarkan hasil resmi tersebut, Fujimori meraih posisi pertama dengan 17 persen suara, disusul Sanchez dengan 12 persen.

JNE juga mengakui adanya berbagai kendala dalam pelaksanaan pemilu putaran pertama, termasuk keterlambatan penghitungan suara dan masalah distribusi logistik.

“Kami tidak dapat menyangkal bahwa terdapat banyak kesulitan dan kekurangan dalam pelaksanaan logistik oleh ONPE,” ujar Presiden JNE Roberto Burneo dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menambahkan seluruh evaluasi dari putaran pertama akan digunakan untuk memperbaiki jalannya pemungutan suara pada putaran kedua bulan depan.

Menurut otoritas pemilu, sebuah komite yang terdiri dari pakar nasional dan internasional akan dibentuk guna memastikan proses pemilu berikutnya berjalan lebih lancar.

Masalah pada pemungutan suara pada 12 April lalu bahkan menyebabkan proses pencoblosan di sejumlah wilayah harus diperpanjang hingga keesokan harinya. Situasi tersebut memperlihatkan tingginya ketidakpuasan publik terhadap sistem politik Peru dan memicu tuduhan kecurangan dari sejumlah kandidat. Tudingan Kecurangan Meski demikian, para pemantau pemilu menegaskan tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya kecurangan sistematis.

Kandidat sayap kanan Rafael Lopez Aliaga, yang berada di posisi ketiga dengan 11,9 persen suara, menolak hasil pemilu dan menyerukan pembatalan putaran pertama.

“Kecurangan pemilu di Peru baru saja disahkan. Kami tidak akan menerima hasil yang merupakan produk penipuan dan korupsi,” tulis Lopez Aliaga melalui media sosial.

Kontroversi pemilu ini kembali menyoroti krisis politik berkepanjangan di Peru.

Dalam satu dekade terakhir, negara tersebut telah dipimpin oleh sembilan presiden berbeda akibat seringnya pemakzulan politik oleh parlemen.

Di tengah memanasnya situasi politik, kantor kejaksaan Peru pekan lalu juga mengumumkan dakwaan kejahatan finansial terhadap Roberto Sanchez, hanya beberapa jam setelah ia dipastikan lolos ke putaran kedua pilpres.

Baca juga:  Peru Gelar Pemilu Presiden dengan 35 Kandidat, Kubu Konservatif Mendominasi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suporter PSM Makassar Invasi Lapangan Stadion Gelora BJ Habibie, Pemain Persib Bandung Kena Tendang
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya Belum Terima Laporan Pembelian Jet Tempur KF-21: Itu Anggaran Lama
• 3 jam laludisway.id
thumb
Perkuat Pertahanan Udara, Prabowo Presiden Serahkan Pesawat Tempur dan Alutsista kepada TNI AU
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pimpin Apel Ikrar Anti Korupsi, Gus Ipul: Kemensos Harus Bersih dan Terbuka
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Penggunaan AC Berlebihan Saat Musim Panas Disebut Bisa Picu Gejala Mirip Flu
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.