tvOnenews.com - Pertanyaan dari Gubernur Malut Sherly Tjoanda bikin para nelayan di Kelurahan Dufa-dufa, Kota Ternate Senyum-senyum sendiri.
Bagaimana tidak, Sherly Tjoanda justru menanyakan tentang berapa jumlah istri dari salah seorang nelayan hingga membuat rekan-rekan lainnya tersenyum.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda kembali blusukan menemui masyarakat Maluku Utara. Kali ini, ia melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Dufa-dufa, Ternate.
Dalam kesempatan itu, Sherly Tjoanda mendengarkan berbagai keluhan hingga aspirasi warga yang kesulitan ajukan KUR atau Kredit Usaha Rakyat.
Pasalnya, status pernikahan dari mayoritas warga Dufa-dufa belum tercatat resmi oleh negara atau siri, sehingga tak memenuhi syarat pengajuan KUR.
Dengan sigap, istri dari mendiang Benny Laos tersebut berjanji akan menyelenggarakan program Nikah Massal Gratis yang biayanya ditanggung Pemprov Malut.
Selain itu, Gubernur Malut Sherly Tjoanda juga menyerahkan bantuan mesin tempel Yamaha dan Suzuki kepada para nelayan untuk menunjang produktivitas mereka.
Pertanyaan Detail Sherly Tjoanda kepada Nelayan- Youtube Gub Sherly
Setelah mendengarkan aspirasi warga di aula Kelurahan Dufa-dufa, Sherly Tjoanda kemudian memantau langsung kapal para nelayan di pesisir pantai.
Ada empat orang nelayan yang sudah berhasil mengajukan permohonan pinjaman lewat program KUR yang sejak awal dibicarakan Sherly Tjoanda.
Pertanyaan yang diajukan ibu tiga anak tersebut cukup menyeluruh, mulai dari nominal pinjaman, bayar sewa kapal, jenis mesin hingga cicilan KUR yang harus dibayar.
Sherly Tjoanda bahkan terkejut ketika tahu ada seorang nelayan yang berani mengajukan cicilan KUR dengan pembayaran yang cukup tinggi tiap bulannya.
“Cicilan tiap bulan ke bank berapa?,“ tanya Sherly Tjoanda.
“Iya 2.600.000 satu tahun,“ jawab seorang nelayan.
“Oh memang maunya satu tahun aja, mampu? Kira-kira bapak omset satu tahun berapa?,“ tanya gubernur Malut itu lagi.
Gubernur Malut Tiba-tiba Tanya Jumlah Istri ke Nelayan- Youtube Gub Sherly
Namun di tengah momen tersebut, Sherly Tjoanda mendadak punya pertanyaan nyeleneh kepada salah seorang nelayan paruh baya.
Awalnya, pertanyaan yang diajukan sama dengan nelayan lainnya, mulai dari nominal pinjaman, bayar sewa kapal, jenis mesin hingga cicilan KUR yang harus dibayar.




