REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cyber University bersama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) menggelar talkshow bertema “Membangun Ekosistem Trading yang Transparan, Aman, dan Berintegritas di Era Digital”.
Kegiatan ini berlangsung di aula Cyber University, Jalan TB Simatupang No. 6, RT 007/RW 005, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2026). Tujuannya, meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman investasi digital di kalangan mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial.
Talkshow menghadirkan Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Nuly Nazlia, serta jajaran akademisi Cyber University. Sambutan Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono Ph.D, disampaikan Wakil Rektor, Dr Ing Agus Trihandoyo.
Dalam sambutannya, Dr Agus menilai pemahaman investasi digital kini penting dipelajari tidak hanya oleh mahasiswa ekonomi dan bisnis, juga mahasiswa teknologi informasi. Menurut dia, perkembangan industri perdagangan modern semakin bergantung pada teknologi seperti data analytics, blockchain, hingga artificial intelligence (AI).
.rec-desc {padding: 7px !important;}‘’Karena itu, mahasiswa juga harus mulai memahami dunia investasi digital agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri masa depan,” ujar Dr Agus dalam keterangan yang dikutip Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi generasi muda terlibat dalam ekosistem investasi digital. Namun, kondisi ini juga menghadirkan tantangan baru seperti penipuan investasi, kebocoran data pribadi, hingga ancaman keamanan siber.
Menurutnya, ekosistem trading yang sehat tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, juga harus memperhatikan transparansi, tata kelola, perlindungan konsumen, dan literasi digital masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dinilai penting untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik.
“Kita ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki wawasan praktis tentang investasi yang legal, aman, dan bertanggung jawab. Industri keuangan masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami bisnis, tetapi juga teknologi, manajemen risiko, dan etika digital,” jelas Dr Agus.
Ia juga menyoroti pentingnya pengenalan perdagangan berjangka kepada mahasiswa. Menurutnya, banyak generasi muda sudah mengenal saham dan aset kripto tetapi belum memahami sistem perdagangan berjangka yang memiliki mekanisme lebih kompleks, termasuk penggunaan leverage.
“Mahasiswa harus menjadi investor cerdas. Jangan hanya tergiur keuntungan besar, tetapi juga harus memahami risiko dan sistem yang ada di dalamnya,” tegasnya.
Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Nuly Nazlia, mengapresiasi kerja sama dengan Cyber University dalam membangun literasi keuangan di lingkungan akademik.Ia mengatakan, sinergi dunia pendidikan dan industri menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi transformasi ekonomi digital.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Cyber University dalam menghadirkan ruang edukasi seperti ini. Literasi keuangan harus dibangun sejak dini agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi dunia profesional, khususnya di sektor perdagangan berjangka komoditi,” ujar Nuly.
Nuly menambahkan, industri perdagangan berjangka kini tidak hanya menjadi ruang investasi, tetapi juga membuka peluang karier yang luas bagi generasi muda. Menurut dia, sektor tersebut semakin membutuhkan sumber daya manusia yang memahami teknologi informasi, keamanan data, dan transformasi digital.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memahami legalitas perusahaan sebelum berinvestasi. Menurutnya, literasi menjadi kunci utama agar generasi muda tidak mudah terjebak praktik investasi ilegal yang marak terjadi di era digital.
“Mahasiswa harus memahami legalitas perusahaan sebelum berinvestasi. Jangan mudah tergiur keuntungan instan tanpa memahami mekanisme dan risikonya. Literasi menjadi benteng utama agar generasi muda tidak terjebak investasi ilegal,” kata Nuly.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk aktif berdiskusi dengan praktisi industri mengenai mekanisme pasar, pengelolaan risiko, hingga perkembangan perdagangan digital di Indonesia.
JFX dan Cyber University berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi agar mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan industri keuangan digital di masa depan.




