Amerika Serikat (AS) mengajukan lima syarat utama untuk mencapai kesepakatan dengan Iran atas konflik yang semakin meningkat hingga saat ini di kawasan Timur Tengah. Mulai dari pengizinan satu fasilitas nuklir untuk beroperasi, hingga transfer 400 kg uranium.
“Hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran untuk tetap beroperasi,” demikian salah satu syarat yang diajukan AS kepada pihak Iran yangseperti dilaporkan oleh Fars, Minggu (17/5/2026).
Sementara dari laporan kantor berita Anadolu, empat syarat lain yang diajukan Washington yakni menolak membayar semua kompensasi atau ganti rugi, menuntut transfer 400 kilogram uranium Iran ke AS.
Kemudian mencabut tuntutan pencairan hingga 25 persen dari aset Iran yang dibekukan, serta mensyaratkan penghentian konflik secara menyeluruh melalui kesepakatan hasil negosiasi.
Sementara itu, syarat utama yang diajukan Iran adalah mengakhiri perang di semua lini, termasuk di Lebanon. Lalu mencabut sanksi, melepaskan aset Iran yang dibekukan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, dan mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Asapun ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Kemudian Iran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, lalu Iran juga menutup seluruh akses Selat Hormuz.
Selanjutnya, gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, mediasi tersebut gagal menghasilkan kesepakatan yang diharapkan. Donald Trump Presiden AS kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu yang ditentukan.(mar/bil/ham)



