PT Pertamina (Persero) bersama ASRI Energi Edukasi mulai memperkuat edukasi transisi energi kepada pelajar sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia sektor energi masa depan.
Program edukasi tersebut digelar di SMAN 40 Jakarta melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB) yang mengusung penguatan pemahaman energi berkelanjutan dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, mengatakan pengenalan transisi energi dan STEM sejak dini diperlukan agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi perubahan di sektor energi.
“Transisi energi dan penguatan STEM harus diperkenalkan sejak awal agar generasi muda memiliki kesiapan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan energi masa depan,” ujar Rudi dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, langkah tersebut menjadi penting mengingat minat pelajar Indonesia terhadap bidang STEM masih relatif rendah, yakni sekitar 18%.
Rudi menilai Indonesia memiliki potensi energi nonfosil yang besar sehingga edukasi energi berkelanjutan perlu diperkuat untuk menyiapkan calon pemimpin, regulator, hingga pelaku industri energi di masa mendatang.
Dia menjelaskan program tersebut juga sejalan dengan dual growth strategy Pertamina, yakni menjaga ketahanan energi nasional melalui bisnis inti migas sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon dan energi baru terbarukan (EBT).
Ketua Yayasan Berkat Budaya Sejahtera, Glory Oyong, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat edukasi keberlanjutan bagi generasi muda.
“Inisiatif ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mendorong percepatan transisi nasional,” katanya.
Baca Juga: Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
Baca Juga: ESDM Akui Pasokan Solar Pertamina ke SPBU Swasta Belum Sesuai Kebutuhan
Sementara itu, Kepala SMAN 40 Jakarta Adriansyah menyebut program edukasi tersebut relevan dengan komitmen sekolah dalam meraih predikat Adiwiyata Mandiri.
“Ini momentum baik isu lingkungan dipadukan dengan energi dan STEM,” ujar Adriansyah.
Di sisi lain, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan kolaborasi dengan sektor pendidikan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun generasi yang adaptif terhadap dinamika energi global.
“Melalui sinergi sektor pendidikan, komunitas dan pemangku kepentingan, Pertamina terus mendorong ekosistem pembelajaran yang memperkuat kapasitas generasi muda sebagai fondasi ketahanan energi nasional dan keberlanjutan energi masa depan,” kata Baron.
Pertamina menyatakan program tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui pengembangan energi berkelanjutan dan implementasi prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis perusahaan.





