Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran yang signifikan untuk memperkuat sektor pertahanan nasional dalam beberapa tahun ke depan, meski kondisi global masih dibayangi ketidakpastian ekonomi.
Hal itu disampaikan Purbaya usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda penyerahan alutsista strategis di Lanud Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan enam pesawat tempur Dassault Rafale, empat pesawat Dassault Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M MRTT, serta sistem radar GM403 Ground Control Intercept Radar untuk memperkuat pertahanan nasional.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai rencana penambahan kekuatan pertahanan darat, laut, dan udara sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, Purbaya menegaskan pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran untuk mendukung agenda tersebut.
“Ada, tahun depan juga kita anggarkan juga cukup-cukup signifikan. Tapi kalau Anda tanya jumlahnya kan rahasia juga. Tapi akan kita perkuat terus darat, laut, dan udaranya,” ujar Purbaya.
Dia menambahkan penguatan anggaran pertahanan tidak hanya dilakukan pada 2027, tetapi juga telah dirancang untuk tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga
- Trump Minta Anggaran Pertahanan AS Naik 2027, Tembus Rp25.491 Triliun!
- Anggaran Pertahanan 2026 Tembus Rp337 Triliun, Momentum Penguatan Industri Pertahanan Lokal
- Defend ID Bakal Kelola 30% Anggaran Pertahanan untuk Investasi dan Modernisasi Alutsista
“Tahun depan ada, tahun depannya lagi ada, tahun depan sudah dianggarkan juga cukup besar. Jadi kan di tengah uncertainty seperti sekarang, memang apa kata Bapak Presiden betul, kita harus jaga kemampuan pertahanan kita,” katanya.
Purbaya juga menepis kekhawatiran bahwa peningkatan belanja pertahanan akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama di tengah tekanan fiskal dan perlambatan ekonomi global.
Menurut dia, seluruh kebutuhan belanja negara telah dihitung secara matang agar tetap menjaga disiplin fiskal pemerintah.
“Itu kan sudah dihitung dengan ini pun, dengan ini sudah kita hitung anggarannya di bawah 3 persen, defisitnya di bawah 3 persen untuk PDB. Jadi enggak usah khawatir,” ujar dia.
Dia memastikan pemerintah tetap mampu membiayai berbagai program prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi energi, hingga pembangunan nasional lainnya tanpa saling mengganggu alokasi anggaran.
“Jadi semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam BBM,” kata Purbaya.





