Purbaya Wacanakan Pemutihan Rokok Ilegal, ICW Wanti-wanti Dampak Buruknya

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberlakukan layer (golongan) baru cukai hasil tembakau (CHT) kembali menuai kritik dari kalangan masyarakat sipil.

Kebijakan yang disebut sebagai upaya menarik produsen rokok ilegal masuk ke jalur legal itu dinilai justru melemahkan komitmen penegakan hukum pemerintah terhadap peredaran rokok ilegal.

BACA JUGA:Koalisi Sipil soal Rencana Purbaya Tambah Layer Cukai Tembakau: Akar Masalahnya di Rokok Ilegal

Purbaya mengatakan layer baru tersebut disiapkan untuk menyaring produsen yang selama ini beroperasi secara ilegal agar masuk ke dalam sistem resmi pemerintah.

“Harapannya Juni sudah bisa jalan. Barang-barang ilegal masih banyak di sana. Jadi kalau itu keluar, nanti mereka bisa masuk ke layer tersebut. Dan kalau ada yang main-main, saya tutup betulan. Serius itu ancamannya,” kata Purbaya kepada wartawan, Senin, 4 Mei 2026 lalu. 

Merespons hal ini, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Seira Tamara, menilai pendekatan yang diambil pemerintah terkesan lebih mengakomodasi pelaku rokok ilegal dibanding memperkuat penegakan hukum.

“Kenapa tidak nyikatnya sekarang, Pak? Kenapa harus menunggu? Ada proses yang justifikasinya pun masih belum cukup make sense (masuk di akal) untuk diterima publik,” ujarnya.

BACA JUGA:VIRAL Model Profesional Ansy Jan De Vries Diduga Jadi Korban Begal di Kebon Jeruk, Kondisi Kritis?

Menurut Seira, kebijakan yang memberi ruang bagi produsen ilegal untuk masuk ke dalam skema tarif baru cukai justru menunjukkan pemerintah sedang membuka ruang kompromi terhadap pelanggaran hukum yang selama ini terjadi. Hal ini bertentangan dengan komitmen yang selama ini digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto tentang penegakan hukum terhadap praktik-praktik ilegal tanpa pandang bulu.

“Itu justru sudah menunjukkan bahwa komitmennya bukan menegakkan hukum. Karena apabila komitmennya menegakkan hukum secara optimal, ruang perundingan seperti ini rasanya kemungkinan terjadinya sangat kecil,” katanya.

Seira menilai langkah pemerintah tersebut berpotensi memunculkan persepsi publik bahwa negara sedang melakukan “pemutihan” terhadap praktik ilegal yang selama ini merugikan negara dan masyarakat.

Bagi Seira, persoalan rokok ilegal berkaitan dengan persoalan sistemik yang kompleks, mulai dari rantai distribusi hingga dugaan adanya perlindungan terhadap praktik ilegal tertentu.

“Dalam rantai distribusinya dari hulu ke hilir melibatkan masyarakat, sehingga kalau usaha ilegal tersebut kemudian ditindak (dilegalkan), pada akhirnya masyarakat akan ikut protes karena dianggap mengganggu mata pencaharian mereka juga. Jadi ini sebenarnya persoalan yang sangat kompleks. Masak Pak Purbaya solusinya tunggal dan sesimpel itu?” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manchester United Resmi Umumkan Transfer Perdana Musim Panas Saat Kalahkan Nottingham Forest
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Jefri Nichol Dicibir Gak Pantas Umrah, Abidzar Meradang Kaitkan dengan Masa Lalu Uje
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo: Indonesia Tambah Alutsista Demi Jaga Kedaulatan, Bukan untuk Kepentingan Lain!
• 3 jam laluokezone.com
thumb
NU hingga Muhammadiyah, Iduladha Dirayakan Serentak pada 27 Mei 2026
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Erin Eks Andre Taulany Polisikan ART atas Dugaan Penyebaran Data Pribadi, Praktisi Hukum: Ini Namanya Laporan Mencari-cari
• 8 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.