Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mencatat sebanyak 1.790 siswa SMK dari wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan terdaftar sebagai peserta magang kerja luar negeri di berbagai sektor.
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan bahwa kualitas pendidikan kejuruan terus ditingkatkan supaya lulusan SMK memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Adapun ribuan murid peserta program magang kerja luar negeri tersebut telah dilakukan pelepasan secara langsung oleh Khofifah di SMKS Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026) lalu.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim, jumlah peserta yang diberangkatkan terdiri dari 1.067 murid SMK kelas XII dan XIII peserta magang kerja luar negeri serta 723 alumni SMK sebagai pekerja migran di berbagai negara.
Sementara itu penempatan negara para peserta meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, hingga Thailand.
Dari sejumlah negara tersebut, Jepang masih mendominasi sebagai tujuan pekerja dengan jumlah peserta 1.216 orang, disusul Korea Selatan sebanyak 460 orang. Khofifah menyatakan, program ini merupakan upaya mencetak lulusan siap kerja untuk pasar kerja internasional.
“Ini menunjukkan bahwa SMK di Jawa Timur tidak hanya mencetak lulusan siap kerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi penyuplai talenta vokasi untuk pasar kerja internasional,” katanya.
Sementara itu, Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengatakan, peluang kerja global bagi lulusan SMK masih sangat terbuka lebar, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan etos kerja yang baik.
Selain itu Pemprov Jatim juga terus berupaya membangun koneksi bekerja dengan negara-negara tujuan sehingga peluang global terbuka bagi peserta didik SMK. “Kepercayaan dunia industri internasional harus dijaga dan tunjukkan lulusan SMK bisa dan hebat,” tandasnya.(wld/bil/ham)




