JAKARTA, KOMPAS TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis terbaru terkait potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan, terhitung mulai 19 hingga 25 Mei 2026.
Peta sebaran yang dihasilkan dari model cuaca numerik ini mendeteksi adanya konsentrasi awan badai yang cukup padat di wilayah daratan Sumatera dan Kalimantan, serta jalur perairan strategis nasional.
Keberadaan awan Cumulonimbus menjadi salah satu indikator utama yang paling diwaspadai dalam navigasi transportasi.
Baca Juga: BMKG Prakirakan Hujan hingga Cuaca Berkabut Terjadi di Sejumlah Wilayah, Berikut Rinciannya
Hal ini dikarenakan karakteristik awan Cb yang kerap memicu cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat yang turun tiba-tiba, badai petir, hingga ancaman turbulensi hebat bagi keselamatan penerbangan.
Berdasarkan hasil analisis atmosfer terkini, BMKG menetapkan lima wilayah ke dalam kategori Frequent (FRQ).
Pada zona merah ini, persentase cakupan spasial awan Cumulonimbus diprediksi sangat masif, yakni berkisar di atas 75 persen dari total luas area.
Daftar wilayah terdampak meliputi:
- Daratan: Jambi dan Kalimantan Barat.
- Selat dan Laut: Selat Malaka bagian utara dan Laut Banda.
- Samudra: Samudra Hindia selatan Banten.
Konsentrasi awan badai yang sangat padat di wilayah udara Jambi, Kalimantan Barat, serta Selat Malaka Utara menjadi catatan krusial bagi maskapai penerbangan, mengingat rute-rute tersebut merupakan koridor udara yang cukup padat di Indonesia.
Sebaran Potensi Menengah di Berbagai ProvinsiSelain zona merah dengan risiko ekstrem, BMKG juga merilis daftar wilayah yang masuk dalam kategori Occasional (OCNL).
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca Mei 2026
- cuaca Jambi
- cuaca Kalimantan Barat
- Selat Malaka





