Surabaya, tvOnenews.com – Ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren Annuqayah menghadiri Rapat Nasional I Majelis Salakan yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya. Yang menarik, kegiatan ini dihadiri langsung oleh suami Inayah Wulandari Wahid, putri bungsu Gus Dur, yakni KH Muhammad Salahuddin A. Warits.
Ra Mamak prihatin dengan pemberitaan negatif terkait pondok pesantren, termasuk kasus maraknya pelecehan dan kekerasan seksual terhadap santriwati.
Kegiatan Rapat Nasional I Majelis Salakan Annuqayah yang berlokasi di MAN Wonorejo, Rungkut, Surabaya, ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah pengabdian bagi para santri, alumni, dan simpatisan dalam mempererat ukhuwah serta memperkuat kontribusi sosial dan keummatan.
Acara dihadiri para alumni Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa dari berbagai wilayah di Tanah Air yang mengirimkan delegasi sebagai bentuk partisipasi dalam forum nasional tersebut. Selain itu, hadir pula Pengasuh Ponpes Annuqayah Sumenep, KH Muhammad Salahuddin A. Warits, yang juga merupakan suami Inayah Wulandari Wahid, putri bungsu Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
"Dalam forum ini kami membahas berbagai agenda penting terkait penguatan jaringan alumni, pengembangan program pengabdian masyarakat, serta upaya menjaga nilai-nilai pesantren di tengah perkembangan zaman," ungkap Ra Mamak.
Selain menjadi ajang konsolidasi, tambah Ra Mamak, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antaralumni lintas daerah agar tetap terhubung dalam semangat persaudaraan dan perjuangan bersama.
"Saya berharap, karena tantangan pondok pesantren di masa depan ini kebutuhannya tinggi, orang yang pengen mondok itu tinggi. Buktinya itu kalau menurut data tadi kan 60 persen masih pengen mondok. Maka kita harus bersiap-siap untuk menyambut mereka para Gen Z, dengan situasi dan permasalahannya sendiri," tuturnya.
Menurut pria kelahiran 1982 ini, Majelis Salakan menjadi penting karena bisa bersama-sama merancang apa yang dibutuhkan, seperti fasilitas dan pembaruan pengetahuan serta informasi. Semua itu dilakukan secara bersama-sama untuk melayani generasi yang akan datang, mondok di pesantren yang sesuai dengan zamannya.
"Kami dari pengasuh sangat berharap agar mereka bisa memberikan pemahaman yang lebih baik di masyarakat tentang peran pesantren, baik dalam pendidikan maupun di masyarakat. Pesantren itu punya peran-peran yang bukan hanya strategis, tapi sangat fundamental karena pesantren itu memberikan layanan moral bagi masyarakat," terangnya.




