Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan bahwa penambahan impor LPG dari Australia sudah mulai berjalan.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan bahwa penambahan volume impor tersebut dilaksanakan oleh PT Pertamina (Persero).
"Sudah, sudah jalan. Coba tanya Pertamina apakah (pasokannya) sudah sampai atau belum. Harusnya sudah ya, Mei ini kan? Mestinya kalau tidak salah, Mei atau Juni," ungkap Djoko yang akrab disapa Djoksis saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Djoko mengutarakan bahwa jumlah penambahan impor tersebut mencakup dua kargo LPG. "(Jumlahnya) dua kargo kalau tidak salah," tandasnya.
Sebelumnya, Djoko melaporkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari diplomasi energi yang dijalankan pemerintah dengan mitra global. Di hadapan DPR, ia menjelaskan bahwa tambahan pasokan tersebut berasal dari Pemerintah Jepang melalui fasilitas produksi Inpex Corporation Ltd yang berada di Australia.
Baca Juga: SKK Migas Sebut Dua Pabrik LPG Swasta Selesai Uji Coba dan Siap Beroperasi
Baca Juga: SKK Migas Jabanusa dan KKKS Sumenep Beri Edukasi Hulu Migas kepada Pengurus PMII UPI Sumenep
"Jepang berkomitmen untuk menambahkan pasokan LPG kita yang diproduksi Inpex di Australia," tutup Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI pada Rabu (8/4/2026).


:strip_icc()/kly-media-production/medias/6219702/original/074502700_1779096800-WhatsApp_Image_2026-05-18_at_15.53.45.jpeg)


