Polisi Berpangkat Bripka Diduga Terlibat Kasus Kampung Narkoba Samarinda, Diamankan Brimob Kaltim

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Bareskrim Polri mengungkap keterlibatan anggota polisi, Bripka Dedy Wiratama dalam kasus kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam pengungkapan kasus itu, Bripka Dedy bahkan sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) sebagai “sniper” atau pengawas aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyebutkan, Dedy sudah ditangkap Satbrimob Polda Kalimantan Timur.

"Yang bersangkutan sudah diamankan oleh Sat Brimobda Kaltim," kata Eko saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (18/5/2026).

Menurut Eko, Bripka Dedy saat ini tengah menjalani pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik profesi Polri karena sebelumnya dua kali dinyatakan positif mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil tes urine.

Baca juga: Bareskrim Polri Gerebek Sindikat Narkoba di Kampung Narkoba Samarinda, 11 Orang Ditangkap

"Yang bersangkutan saat ini dalam pemeriksaan terkait kasus pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebelumnya, yaitu terkait dengan yang bersangkutan yang dinyatakan positif konsumsi narkoba setelah dilakukan cek urine dua kali," jelas dia.

Eko menambahkan, setelah proses kode etik selesai, Bripka Dedy akan diproses pidana dalam kasus narkotika oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

Adapun sebelumnya, nama Bripka Dedy Wiratama tercantum dalam daftar DPO bersama tiga orang lainnya, yakni Andes alias H Endi selaku pemilik lapak, H Andi Sudi sebagai penyuplai narkoba, dan Malik.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC menangkap total 13 tersangka dari berbagai peran, mulai bandar, penjual sabu, kurir, hingga sniper atau pengawas kampung narkoba.

Baca juga: Saling Lapor Sertifikat Tanah di Jakbar, Warga Jadi Tersangka di Bareskrim dan Polda

Bareskrim mengungkap, kampung narkoba di Gang Langgar telah beroperasi selama empat tahun.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam sehari, penjualan sabu di lokasi itu mencapai 1.000 hingga 1.200 klip kecil dengan harga Rp 150.000 per klip.

Saat melakukan penyelidikan undercover buy atau penyamaran pada malam hari, polisi mendapati ada 31 sniper yang berjaga di setiap gang untuk mengawasi situasi dan memberi kode apabila ada pembeli maupun orang mencurigakan masuk ke kawasan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
“The Mummy” Versi Lee Cronin Tayang 22 Mei, Hadirkan Horor Lebih Mencekam
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.366,6 Triliun pada Kuartal I/2026
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Tambah Kekuatan Tempur, Rafale hingga Rudal Meteor untuk Perkuat Pertahanan Indonesia
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Dibangun Mahal, Underpass Sriwijaya di Kota Cimahi Dirusak Aksi Vandalisme
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
AS Ajukan Lima Syarat kepada Iran untuk Capai Kesepakatan Perang dan Nuklir
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.