Kementerian ESDM Sebut Indonesia Akan Impor Tabung Gas untuk CNG

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut Indonesia akan mengimpor tabung gas untuk CNG (Compressed Natural Gas) atau Gas Alam Terkompresi. CNG saat ini berencana dikembangkan untuk menjadi opsi alternatif bagi penggunaan gas liquefied petroleum gas (LPG).

“Kan (untuk CNG) teknologinya tinggi. Saat ini yang mampu membuat (tabung) itu masih teknologi dari luar negeri, kita belum (bisa),” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (18/5).

Meski begitu,  jika pengembangan CNG sudah masif, produksi tabungnya akan dialihkan menjadi produksi dalam negeri. Laode mengatakan saat ini ada banyak negara yang memiliki teknologi untuk membuat tabung CNG, salah satunya adalah Cina.

“(Kemungkinan) tahap awal iya (ambil dari Cina),” ujarnya.

Laode tidak menjelaskan lebih lanjut terkait rencana impor tabung CNG ini. Menurutnya rincian rencana hingga penugasan menunggu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mengumumkan.

Laode sebelumnya mengatakan rencana pengembangan CNG 3 kilogram (kg) tidak ditujukan untuk menggantikan keberadaan LPG 3 kg subsidi. Direktur Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan CNG hanya difungsikan sebagai alternatif saja. 

“Kalau pengganti kan artinya masif dan besar, kalau (CNG) ini alternatif, karena (pengembangannya) ada tahapan-tahapan,” kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (13/5).

Kaji Aspek Keamanan CNG

Pemerintah saat ini sedang mengkaji berbagai aspek sebelum mengembangkan CNG dalam ukuran 3 kg. Salah satu yang dibahas Kementerian ESDM bersama Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BSN adalah  aspek keselamatan. Laode memastikan pasokan CNG di Indonesia cukup untuk dikembangkan.

“Kita kan punya banyak gas, kemarin juga sudah ada temuan gas besar seperti ENI (di Kalimantan Timur),” ujarnya. 

Dia mengatakan pemerintah akan mulai mengembangkan CNG melalui beberapa proyek percobaan yang dimulai tahun ini.

Laode menyampaikan penggunaan CNG untuk menjadi alternatif  LPG 3kg dapat menghemat subsidi hingga 30%. “Dengan konten yang sama, dengan harga yang sama dengan LPG 3kg, kita bisa menghemat 30%. Subsidinya lebih rendah (CNG) daripada subsidi LPG,” ujar Laode seperti dikutip dari Antara, Rabu (13/5).

Lebih lanjut, Laode mengatakan LPG membutuhkan anggaran yang lebih banyak, sebab tak hanya membutuhkan subsidi, tetapi juga harus diimpor dari luar negeri. Sementara itu untuk CNG, Laode mengatakan Indonesia sudah menghasilkan gas bumi sendiri yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri. 

Dengan demikian, setelah melalui proses perhitungan, Laode optimistis Indonesia bisa menghemat 20–30% subsidi apabila beralih dari LPG ke CNG. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Logika Terbalik John Herdman Peringatkan Pesaing Garuda di Piala Asia 2027: Percayalah, Jepang dan Thailand Gemetar Lihat Pot Timnas Indonesia
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Baim Wong Ucap Syukur Filmnya Tembus 400 Ribu Penonton dalam 4 Hari di Bioskop
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Direktur Amman Irwin Wan Pilih Mundur di Tengah Volatilitas Saham AMMN
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Lima Orang Tewas dalam Serangan Israel ke Lebanon Selatan, Dua Anak-Anak
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Dedi Mulyadi Salut dengan Bocah Penjual Kue Ini, Dagangannya Langsung Diborong dan Banjir Pesanan
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.