Makassar: Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar mengedukasi calon jemaah haji untuk memperhatikan batas waktu konsumsi makanan yang diberikan petugas selama berada di Tanah Suci.
Dokter Kesehatan PPIH Embarkasi Makassar Juniarty Naim mengatakan edukasi kesehatan terkait pemeliharaan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji sangat penting. Termasuk, batas waktu konsumsi makanan selama di Tanah Suci.
“Kami mohon jemaah memperhatikan batas waktu yang tertera pada kemasan boks makanan. Jangan disimpan terlalu lama, segera dimakan,” ujarnya setelah menerima calon jemaah haji di Asrama Haji Sudiang Makassar, dilansir dari Antara, Senin, 18 Mei 2026.
Baca Juga :
Meraih Magfirah di Puncak Haji, Ini Doa dan Zikir Saat Wukuf di ArafahJuniarty mengatakan batas waktu konsumsi yang dianjurkan adalah makan pagi maksimal pukul 09.00 waktu Arab Saudi (SAR), makan siang pukul 15.00 SAR, dan makan malam pukul 21.00 SAR. Pada kesempatan itu, Juniary Naim mengingatkan jamaah terkait suhu saat musim haji bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
“Kelembaban udara di Arab Saudi sangat rendah, sehingga tubuh mudah mengeluarkan keringat,” katanya.
Ilustrasi jemaah haji. Dok. Istimewa
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan risiko penyakit yang muncul, jemaah dibekali beberapa paket kesehatan, seperti masker kain, masker kesehatan, botol semprotan air, oralit, tisu basah, hand sanitizer gel, pelembab atau lotion pegal hingga plester luka.
Untuk masker berfungsi sebagai pelindung dari debu sekaligus mencegah penularan penyakit. Botol semprot air, diperuntukkan untuk membantu menjaga kelembaban kulit saat cuaca panas.
Adapun oralit, berfungsi mencegah dehidrasi akibat aktivitas yang tinggi. Sedangkan pelembab pegal membantu mengurangi kaku otot dan rasa sakit setelah aktivitas. Ada jaga hand sanitizer gel sebagai pembersih tangan antiseptik berbentuk gel.




