JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik media internasional The Economist yang menyebut program prioritas Presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi membebani fiskal negara.
Purbaya mengatakan, kondisi fiskal Indonesia masih sehat dan terkendali, bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah negara Eropa.
“Kan fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3 persen PDB. Tahun lalu bukan 2,9 loh, 2,8 persen dari PDB defisitnya. Jadi enggak ada masalah,” kata Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia menyampaikan, pemerintah terus menghitung besaran defisit anggaran agar tetap berada pada level yang aman dan sesuai koridor fiskal.
Baca Juga: Rapat DPR, Fraksi PDIP Minta BI Tanggung Jawab Buntut Nilai Tukar Rupiah Anjlok
Menurutnya, rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih relatif rendah dibandingkan banyak negara maju.
“Kalau The Economist memandang kebijakan fiskal kita berantakan, mereka suruh lihat deh kebijakan negara-negara Eropa berapa defisitnya. Hutangnya berapa? Itu mendekati 100 persen semua dari PDB, hutang kita masih 40,” terangnya seperti dikutip dari Kompas TV.
Purbaya menilai kondisi tersebut menunjukkan fundamental fiskal Indonesia masih cukup kuat, untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Ia bahkan menyebut The Economist seharusnya memberikan apresiasi terhadap kebijakan fiskal Indonesia, bukan justru mengkritiknya.
Baca Juga: Kala Presiden Prabowo Siram Jet Tempur Rafale Pakai Air Kembang saat Penyerahan ke TNI
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- purbaya yudhi sadewa
- menteri keuangan
- kebijakan fiskal
- defisit apbn
- the economist
- program mbg





