JAKARTA – Pejabat Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa Teheran dapat merespons secara militer terhadap blokade yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Penasihat Senior Pemimpin Iran Mohsen Rezaei mengatakan bahwa jika opsi ini diambil, Teluk Oman bisa menjadi "kuburan" bagi kapal perang Amerika.
Berbicara di televisi pemerintah Iran pada Minggu, Rezaei mengatakan kesabaran Iran terhadap pembatasan maritim yang sedang berlangsung telah habis setelah berminggu-minggu aktivitas pengiriman terganggu.
“Semakin lama mereka melanjutkan blokade angkatan laut terhadap Iran, semakin besar kerusakan yang akan ditimbulkan terhadap ekonomi dunia,” kata Rezaei sebagaimana dilansir RT. “Kami menyarankan militer AS untuk mencabut blokade sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan mereka.”
Rezaei, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berpendapat bahwa Teheran memiliki dasar kuat untuk merespons secara militer terhadap tindakan perang, karena menurutnya blokade tersebut setara dengan perang.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi angkatan laut pada 13 April, yang melemahkan upaya diplomatik tidak langsung yang dimediasi oleh Pakistan. Meskipun Washington dan Teheran mendeklarasikan gencatan senjata yang rapuh pada 8 April, kedua pihak terus menolak syarat-syarat satu sama lain untuk penyelesaian yang lebih luas.




