Program Sanitasi Aman Pembaca “Kompas” Jangkau Wonogiri

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

WONOGIRI, KOMPAS - Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas kembali menyalurkan dana pembaca “Kompas” untuk penyediaan sanitasi aman bagi masyarakat yang membutuhkan. Penerima manfaat kali ini adalah 30 keluarga di beberapa dusun di enam kecamatan, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Peluncuran Program Pembangunan Sanitasi Aman dan Layak digelar di Balai Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, Jateng, Senin (18/5/2026). Program sanitasi aman berupa pembangunan prasarana jamban dan tangki septik (septic tank)  ini kerja sama antara Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK), Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Wonogiri, dan Tim Pelaksana Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Wonogiri.

“Kompas bukan hanya masuk ke desa, tetapi sampai ke dusun-dusun untuk menggelar program pembangunan sanitasi aman dan layak. Kami berulangkali membangun jamban untuk warga, tetapi kami belum bisa menyentuh semua kebutuhan masyarakat,” ujar Kepala Desa Mlokomanis Wetan, Suwarno.

Meski proposal Program Pembangunan Sanitasi Aman dan Layak diajukan dan dikoordinir gereja, tetapi masyarakat penerima tidak hanya umat Katolik. “Warga Desa Mlokomanis Wetan kondisinya sangat plural, ada yang beragama Kristen, Katolik, Buddha, dan Islam. Warga kami sangat beragam dan program ini diperuntukkan untuk masyarakat tanpa memandang agama,” paparnya.

Baca JugaBantuan Pembaca ”Kompas” Ringankan Beban Korban Banjir di Aceh Utara
Baca JugaDana Kemanusiaan Kompas Perbaiki Jembatan Gantung Nayagati di Baduy

Romo Paroki Gereja Santo Yohanes Rasul Wonogiri, Alexander Joko Purwanto Pr mengatakan, Paroki Yohanes Rasul Wonogiri melaksanakan program Keuskupan Agung Semarang, yaitu menjadi gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. “Kami pada akhirnya dihubungkan dengan YDKK yang juga mempunyai program untuk menyejahterakan masyarakat. Dari sinilah kami melakukan program pembangunan sanitasi aman dan layak. Kami hanya jadi “talang” saja, sumber utamanya adalah dari YDKK, khususnya pembaca Kompas,” kata Joko.

Usai melakukan pendataan di kawasan Wonogiri, kata Joko, Tim Pelaksana PSE Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Wonogiri akhirnya menemukan puluhan kepala keluarga yang benar-benar membutuhkan fasilitas sanitasi aman berupa jamban dan tangki septik. 

“Ini menjadi semacam pilot project. Jika di sini berhasil, nanti di kecamatan-kecamatan lain akan kami kembangkan. Tahun ini, gereja kami akan berulang tahun ke-59 dan salah satu programnya nanti ada pemeriksaan kesehatan gratis, salah satunya di Desa Mlokomanis Wetan,” tambahnya.

Manajer YDKK Anung Wendyartaka menyampaikan, YDKK menghimpun dana dari pembaca “Kompas” dan kemudian menyalurkannya kepada masyarakat. “Dana yang kami salurkan ini adalah amanah dari pembaca dan kami berupaya menyampaikan amanah itu agar sesuai sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan. Ini yang terus kami jaga,” kata dia.

Menurut Anung, program sanitasi aman mungkin seperti terlihat hal yang sepele dan dianggap urusan “belakang”. Namun, kebutuhan sanitasi sangatlah vital untuk menunjang kesehatan masyarakat.

“Kami pernah menggelar program penanganan stunting di Kota Magelang. Ternyata persoalan sanitasi aman sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak-anak. Pembangunan septic tank misalnya harus dicor agar limbah rumah tangga dan bakteri e-colli tidak mencemari sumur di dekatnya,” ucapnya.

Selain di Magelang, bantuan serupa diberikan YDKK kepada warga di Mojo, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, tahun 2022. Kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mojo, tim dari Wonogiri belajar langsung ke lokasi, pertengahan April 2026. Terakhir, tahun 2025, bantuan serupa juga diberikan kepada 100 keluarga di Desa Kiara Payung dan Desa Boni Sari di Kabupaten Tangerang, Banten.

Baca JugaSanitasi Aman dari Pembaca ”Kompas” Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
Saling menopang

Y Muklis Paska Pribadi, warga Dusun Segeroh, Desa Mlokomanis Wetan mengaku sangat terbantu dengan program sanitasi aman YDKK. Muklis adalah yatim piatu yang pada akhir tahun lalu rumahnya rusak parah akibat terjangan angin puting beliung.

Sehari-hari, Muklis bekerja sebagai karyawan di pabrik pengolahan tapioka di Wonogiri. Dengan pendapatan yang pas-pasan, ia tidak bisa membiayai pembangunan rumahnya yang rusak.

“Melihat kondisi Muklis, dari Paroki Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Wonogiri akhirnya membantu renovasi rumah dan pembangunan jamban serta septic tank-nya bisa dibantu oleh YDKK,” tambah Moersid Wahyu Dewanto, Ketua Tim Pelaksana PSE Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Wonogiri.

Moersid menargetkan pembangunan sanitasi aman di Wonogiri bisa melebihi target. Sebab, banyak warga memiliki inisiatif untuk membangun sendiri sehingga bisa lebih menghemat anggaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Makin Tertekan, Sentuh Rp17.659/USD
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga Italia: Juventus Sulit Dapat Tiket Liga Champions, Martinez Hampir Pasti Pencetak Gol Terbanyak
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Pemkab Bekasi Lepas 542 Calon Haji Kloter Terakhir Menuju Tanah Suci
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Mobil Hybrid Harapan Honda untuk Hadapi Krisis Besar Sejak 70 Tahun
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Ecommerce Dilarang Naikkan Komisi Mendadak, Ini Bocoran Aturan Baru
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.