KH Said Aqil Siradj Buka Suara Soal Peluang Kembali Pimpin PBNU

eranasional.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, memastikan dirinya tidak akan maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum maupun Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 2026 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Said Aqil saat menjawab pertanyaan mengenai peluang dirinya kembali memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Dalam keterangannya di Surabaya pada Senin 18 Mei 2026, Said Aqil menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keinginan untuk kembali masuk dalam kontestasi kepemimpinan PBNU. Ia menyebut faktor usia menjadi salah satu pertimbangan utama untuk memberi ruang kepada generasi baru di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Saya enggak akan maju. Siapa yang bilang? Enggak, enggak akan maju,” ujar Said Aqil saat ditemui wartawan.

Tokoh NU yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU selama dua periode, yakni 2010 hingga 2021 itu mengatakan dirinya kini sudah berusia 73 tahun. Menurut dia, sudah saatnya regenerasi kepemimpinan dilakukan agar NU dipimpin figur-figur baru yang memiliki energi dan gagasan segar untuk menghadapi tantangan zaman.

“Saya sudah tua. Umur saya 73 tahun. Sudah gantian lah regenerasi yang lebih cerdas,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat berkembang mengenai kemungkinan Said Aqil kembali maju dalam Muktamar NU 2026. Sebagai salah satu tokoh berpengaruh di tubuh NU, namanya kerap dikaitkan dengan dinamika internal organisasi menjelang muktamar.

Selain memastikan tidak akan maju sebagai Ketua Umum PBNU, Said Aqil juga menepis kemungkinan dirinya mencalonkan diri sebagai Rais Aam PBNU. Posisi Rais Aam sendiri merupakan jabatan tertinggi dalam struktur syuriyah NU yang memiliki peran penting dalam menentukan arah keagamaan dan kebijakan organisasi.

Dengan gaya santai dan diselingi candaan, Said Aqil menyebut dirinya belum pantas menempati posisi tersebut. Ia bahkan berseloroh soal atribut khas para kiai NU yang biasa mengenakan udeng atau penutup kepala tradisional.

“Orang itu harus kiai pakai udeng-udeng. Lah saya kan enggak pernah pakai udeng-udeng,” ujarnya sambil tersenyum.

Said Aqil dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan NU modern. Selama memimpin PBNU, ia banyak mendorong penguatan moderasi Islam, toleransi antarumat beragama, serta penguatan peran NU di tingkat internasional. Di bawah kepemimpinannya, NU juga aktif terlibat dalam berbagai isu kebangsaan dan sosial kemasyarakatan.

Meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU sejak Muktamar NU 2021 di Lampung, pengaruh Said Aqil di kalangan nahdliyin masih cukup besar. Karena itu, pernyataannya terkait regenerasi kepemimpinan dianggap menjadi sinyal penting bagi arah dinamika internal organisasi menjelang muktamar mendatang.

Muktamar NU sendiri merupakan forum tertinggi organisasi yang digelar secara berkala untuk memilih kepengurusan baru sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi ke depan. Agenda tersebut selalu menjadi perhatian besar, tidak hanya di kalangan warga NU, tetapi juga dalam dinamika sosial dan politik nasional mengingat besarnya pengaruh organisasi tersebut di Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa Muktamar ke-35 NU akan dilaksanakan pada Agustus 2026. Namun hingga kini, lokasi pelaksanaan muktamar masih belum diputuskan secara resmi oleh jajaran pimpinan PBNU.

“Belum diputuskan. Banyak alternatif dan banyak juga yang meminta jadi tuan rumah,” kata Gus Ipul saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek di Surabaya.

Menurut mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu, terdapat sejumlah daerah yang mengajukan diri menjadi lokasi pelaksanaan muktamar. PBNU masih melakukan pembahasan internal sebelum nantinya menetapkan kota tuan rumah secara resmi.

Gus Ipul menjelaskan bahwa penentuan lokasi muktamar tidak hanya mempertimbangkan kesiapan tempat acara, tetapi juga faktor infrastruktur, akses transportasi, kapasitas akomodasi, hingga kesiapan panitia daerah dalam menyambut peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Muktamar NU dikenal sebagai agenda besar yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari pengurus wilayah, cabang, badan otonom, pesantren, hingga tokoh-tokoh ulama. Karena itu, persiapan pelaksanaannya membutuhkan koordinasi panjang dan dukungan logistik yang besar.

Selain menjadi forum pemilihan pimpinan, Muktamar NU juga menjadi ruang pembahasan berbagai persoalan keagamaan, pendidikan, ekonomi umat, hingga isu sosial kebangsaan. Berbagai keputusan strategis organisasi biasanya lahir dari forum tersebut dan menjadi pedoman bagi warga nahdliyin di seluruh Indonesia.

Jelang pelaksanaan Muktamar NU 2026, dinamika internal organisasi mulai menjadi perhatian publik. Sejumlah nama tokoh NU mulai disebut-sebut memiliki peluang masuk dalam bursa calon Ketua Umum maupun Rais Aam PBNU. Namun hingga saat ini belum ada deklarasi resmi terkait pencalonan dari para tokoh yang disebut-sebut berpotensi maju.

Pernyataan Said Aqil yang memilih tidak maju sekaligus menegaskan dukungannya terhadap proses regenerasi di tubuh NU. Menurut dia, organisasi sebesar Nahdlatul Ulama memerlukan keberlanjutan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan tradisi dan nilai-nilai keislaman yang selama ini menjadi identitas NU.

Dengan jumlah pengikut yang sangat besar dan jaringan pesantren yang tersebar di berbagai daerah, NU selama ini menjadi salah satu organisasi Islam paling berpengaruh di Indonesia. Karena itu, arah kepemimpinan PBNU selalu menjadi perhatian luas, termasuk menjelang pelaksanaan muktamar yang akan datang.

Meski memastikan tidak akan kembali maju dalam struktur tertinggi organisasi, Said Aqil menegaskan dirinya tetap akan mendukung perjalanan NU sebagai bagian dari pengabdian kepada umat dan bangsa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinyal Naturalisasi Baru Herdman Terbaca, Ini Strategi Besar Timnas Indonesia Menuju 2030
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kondisi Kesehatan Tio Pakusadewo Menurun karena Ginjal dan Asam Lambung
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Komisi Ecommerce Mau Diatur, Ini 4 Poin Regulasi Baru Menteri UMKM
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jangan Sampai Salah, Ini 4 Larangan bagi Orang yang Akan Berkurban di Bulan Dzulhijjah
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Metro Jaya Tangkap Pengedar Sabu 32 Kilogram Jaringan Malaysia
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.