Wismilak (WIIM) Kantongi Penjualan Rp6,4 Triliun pada 2025

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — Emiten produsen rokok PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) mencatatkan penjualan bersih konsolidasian sebesar Rp6,4 triliun sepanjang tahun buku 2025, tumbuh sebesar 34,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,7 triliun.

Direktur WIIM, Surjanto Yasaputera, mengatakan sejalan dengan kenaikan top-line, laba bersih perseroan terkerek 40,4% menjadi Rp419,4 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp298,7 miliar. Penguatan fundamental juga terlihat dari total aset yang tumbuh menjadi Rp3,2 triliun dengan ekuitas mencapai Rp2,2 triliun.

Menurutnya, momentum positif ini berlanjut hingga kuartal I/2026. Perseroan membukukan penjualan bersih Rp1,6 triliun atau naik 18,3% (yoy), dengan laba bersih melonjak signifikan 102,7% menjadi Rp148 miliar.

“Wismilak terus memperkuat strategi melalui penguatan merek dan optimalisasi distribusi. Kami berorientasi pada pertumbuhan dengan merespons tren pasar yang sangat dinamis,” ujar Surjanto dalam paparan publik secara daring, Senin (18/5/2026).

Sepanjang kuartal I/2026, dia menyebut, segmen sigaret kretek mesin (SKM) menjadi motor pertumbuhan dengan kenaikan omzet hampir 40% dan pertumbuhan volume sekitar 30%. 

Perseroan mengandalkan segmen medium price sebagai driver utama untuk menjaga volume di tengah tekanan kenaikan cukai yang rata-rata mencapai 10% per tahun sejak 2020.

Baca Juga

  • Laba Wismilak (WIIM) Tumbuh 40,35% jadi Rp419,21 Miliar Sepanjang 2025
  • Saat Laju Saham Wismilak (WIIM) Lampaui Produsen Rokok Global, Philip Morris hingga BAT
  • Emiten Rokok Wismilak (WIIM) Melinting Laba Rp284,96 Miliar Kuartal III/2025

Di sisi lain, kata dia, segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) mengalami tekanan volume sekitar 20% akibat persaingan harga yang agresif dari kompetitor. Menanggapi hal tersebut, WIIM meluncurkan inovasi Wismilak Kretek Slim Klik, produk SKT dengan teknologi kapsul rasa pertama di Indonesia yang telah mengantongi paten.

"Kami optimistis penjualan SKT akan kembali meningkat. Inovasi rasa dan teknologi kapsul menjadi kontributor penting dalam meningkatkan daya tarik bagi konsumen baru tanpa meninggalkan karakteristik utama kretek," imbuhnya.

Surjanto mengatakan lini bisnis filter rod juga mencatatkan pertumbuhan volume sebesar 6,1% pada awal 2026. 

Saat ini, menurutnya, kapasitas produksi filter perseroan mencapai 7 miliar batang atau setara suplai untuk 30 miliar batang rokok. WIIM tengah melakukan penambahan mesin filter maker dan combiner guna memproduksi jenis filter hollow yang lebih kompleks.

"Mengingat utilisasi kapasitas domestik telah mencapai 98%, perseroan mulai menjajaki peluang pasar ekspor filter guna memperbaiki margin di tengah munculnya pemain-pemain baru di industri filter nasional," ujarnya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di hari yang sama, Perseroan memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp104,4 per saham atau total sekitar Rp217,8 miliar.

Selain kinerja keuangan, Surjanto menegaskan komitmen keberlanjutan melalui integrasi aspek environmental, social, and governance (ESG). Perseroan telah mengimplementasikan PLTS Atap fase kedua dengan total kapasitas 454 kWp. Di sisi sosial, program wirausaha Diplomat Success Challenge (DSC) 2025 mencatat rekor kepesertaan sebanyak 43.281 orang dengan total hibah modal usaha mencapai Rp2,5 miliar.

"Atas inisiatif tersebut, WIIM meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Best ESG Initiative World Tobacco Middle East 2025 dan Indonesia’s Best Corporate Sustainability Initiative 2026," tuturnya. (K24)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respon Dede Sunandar Atas Tudingan KDRT & Selingkuh dari Karen Hertatum
• 8 jam lalucumicumi.com
thumb
Bupati Rudy Susmanto bantah isu Bogor keluar dari Provinsi Jawa Barat
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Lowongan Kerja Blue Bird Group Mei 2026: Buka Banyak Posisi, Penempatan Jakarta
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Klasemen Super League 2025/2026: Persib Bandung Selangkah Lagi Kunci Gelar Juara
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Kemenpar Genjot Pariwisata Lewat Gastronomi, Indonesia Timur Jadi Sorotan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.