Ario Indrasworo Penanggung Jawab Akomodasi Sektor 1 Makkah menjelaskan, pergerakan jemaah haji dari hotel menuju Arafah akan menggunakan sistem barcode. Sistem ini diterapkan sesuai keputusan Kementerian Haji dan Umrah Indonesia untuk memastikan proses keberangkatan berjalan tertib dan tidak ada jemaah yang tertinggal.
Ario mengatakan, barcode keberangkatan akan dipegang penanggung jawab akomodasi sektor. Sebelum rombongan bergerak, ketua kloter harus memastikan jumlah jemaah yang berangkat sudah sesuai dengan data jemaah di hotel. Karena itu, petugas kloter dan ketua rombongan diminta ikut membantu kelancaran sistem tersebut.
Setelah seluruh jemaah dipastikan lengkap dan berada di dalam bus, ketua kloter wajib memindai barcode keberangkatan yang ada di penanggung jawab akomodasi. Setelah proses itu selesai, rombongan baru dipersilakan bergerak menuju Arafah.
Menurut Ario, sistem barcode ini diterapkan agar pergerakan jemaah lebih terkontrol. Selain itu, petugas sektor juga menyiapkan sistem manual sebagai antisipasi, meski mekanismenya masih dibahas lebih lanjut.
Agar proses keberangkatan berjalan lancar, jemaah diimbau menyiapkan barang bawaan untuk Armuzna dua jam sebelum berangkat. Jemaah juga diminta sudah berganti pakaian ihram dua jam sebelum keberangkatan, serta turun dari hotel secara bertahap per tiga rombongan. Jemaah diminta keluar dari kamar sekitar 15 menit sebelum jadwal keberangkatan.
Ario juga meminta ketua rombongan memastikan kondisi kesehatan jemaah menjelang pergerakan ke Arafah. Jika ada jemaah yang sakit, harus segera ditangani sebelum jadwal keberangkatan semakin dekat.
Jemaah haji dijadwalkan mulai bergerak ke Arafah untuk menjalani rangkaian Armuzna pada Senin, 25 Mei 2026.(wid/iss)




