Bisnis.com, MAKKAH — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan kamar hotel khusus, fasilitas pendukung mobilitas, hingga program visitasi rutin bagi jemaah lanjut usia atau lansia menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Langkah tersebut dilakukan di tengah tingginya jumlah jemaah lansia Indonesia tahun ini, yang mencapai sekitar 21% dari total jemaah haji reguler. Hal itu juga menjadi bentuk penguatan layanan ramah lansia dan disabilitas di Makkah.
Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Mohammad Anang Firdaus, mengatakan bahwa layanan ramah lansia tidak hanya difokuskan pada aspek kesehatan, tetapi juga kenyamanan, keamanan, hingga pemenuhan kebutuhan ibadah jemaah.
"Komitmen layanan haji ramah lansia dan disabilitas terus kami lakukan mulai dari fasilitas hotel sampai pendampingan ibadah," ujar Anang kepada tim Media Center Haji di Makkah, dikutip pada Selasa (19/5/2026).
Salah satu fasilitas utama yang disiapkan yakni modifikasi kamar hotel jemaah lansia dan disabilitas. Di sejumlah kamar telah dipasang pegangan besi khusus (handling) di samping tempat tidur maupun area kamar mandi.
Menurut Anang, fasilitas tersebut dirancang agar jemaah lansia lebih mudah bergerak dan mengurangi risiko terjatuh saat beraktivitas di hotel.
Baca Juga
- Bawa 100 Slop Rokok ke Arab Saudi, Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar Bea Cukai Jeddah
- Alasan Jemaah Haji Diberi Makanan Siap Santap saat Puncak Haji, Praktis dan Tetap Bergizi
- Jemaah Haji Indonesia akan Lempar Jumrah di Jamarat Lantai 3, Ini Jalur dan Skemanya
"Handling ini bisa disesuaikan naik turun dan sangat membantu lansia saat berdiri maupun berjalan," katanya.
Selain fasilitas kamar ramah lansia, setiap hotel di Sektor 2 Daker Makkah juga diwajibkan menyediakan minimal 10 kursi roda untuk mendukung mobilitas jemaah.
PPIH Arab Saudi turut memastikan akses ramah kursi roda tersedia mulai dari area bus hingga pintu masuk hotel. Jalur landai atau ramp dipasang untuk memudahkan jemaah disabilitas dan lansia berpindah lokasi.
Kamar hotel memiliki ruang penyimpanan kursi roda bagi jemaah haji lansia atau disabilitas. / dok. Media Center Haji (MCH)
Petugas juga diminta aktif mengedukasi jemaah lain agar ikut membantu lansia maupun jemaah berkebutuhan khusus selama berada di Tanah Suci.
"Jemaah yang sehat juga kami dorong ikut peduli dan membantu sesama jemaah yang memiliki keterbatasan," ujar Anang.
Selain penguatan fasilitas fisik, PPIH menjalankan visitasi hotel secara berkala untuk memantau kondisi jemaah lansia di kamar masing-masing.
Melalui program tersebut, petugas memastikan empat kebutuhan utama jemaah terpenuhi, mulai dari kebutuhan biologis, psikologis, sosial, hingga kebutuhan ibadah.
Pada aspek biologis, petugas memastikan konsumsi jemaah sesuai kondisi kesehatan. Jika ada jemaah yang hanya dapat mengonsumsi makanan lunak seperti bubur, maka menu tersebut akan disiapkan khusus. PPIH juga mendistribusikan perlengkapan tambahan seperti pampers, underpad, dan tisu basah bagi jemaah yang membutuhkan perawatan khusus.
Sementara pada aspek psikologis, petugas membantu menjaga semangat jemaah lansia yang mulai mengalami kelelahan atau kerinduan terhadap keluarga di Tanah Air.
"Kadang ada jemaah yang rindu keluarga. Kami bantu video call agar kondisi psikologisnya lebih baik," kata Anang.
Pendampingan sosial juga dilakukan agar jemaah lansia tidak merasa terisolasi selama tinggal di hotel.
Sedangkan pada aspek religi, PPIH memastikan seluruh jemaah lansia tetap dapat menjalankan ibadah wajib, terutama umrah wajib, secara aman dan terlayani.
Penguatan layanan haji ramah lansia dan disabilitas menjadi salah satu fokus utama PPIH Arab Saudi tahun ini, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang membutuhkan kondisi fisik lebih berat dibanding fase sebelumnya.
Damiri, jemaah haji lansia asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menggunakan pegangan besi (handling) sebagai fasilitas di kamar khusus lansia. / dok. Media Center Haji (MCH)




