Penembakan dilaporkan di terjadi di kompleks masjid di Clairemont, San Diego, Amerika Serikat (AS). Polisi melaporkan 3 korban tewas dalam insiden itu.
Dilansir BBC, Selasa (19/5/2026), Polisi San Diego mengatakan "ancaman di pusat Islam telah dinetralisir", setelah laporan tentang penembak aktif di kota AS tersebut.
Kepala Polisi San Diego, Scott Wahl, mengatakan bahwa 3 orang dewasa meninggal di Pusat Islam tersebut. Dia menyampaikan duka cita.
"Hati kami turut berduka cita kepada keluarga yang saat ini sedang diberitahu tentang apa yang telah terjadi pada orang yang mereka cintai," katanya.
Wahl menambahkan polisi berhasil melumpuhkan pelaku dan 2 tersangka telah "tewas". Dia menambahkan tidak ada ancaman lebih lanjut di daerah tersebut.
Seorang saksi mata yang berbicara kepada CBS News, mitra BBC di AS, mengatakan dia mendengar hingga 30 tembakan, seperti "senjata semi-otomatis".
Dia mengatakan dia pertama kali mendengar sekitar selusin tembakan, kemudian jeda, lalu mungkin selusin tembakan lagi.
Pria itu, yang sudah pensiun dan sedang makan siang di rumah. Dia kemudian menelepon 911 dan polisi tiba dalam waktu "lima hingga 10 menit".
Dia menyebut masjid itu sangat ramai selama hari libur.
"Untungnya itu tidak terjadi pada hari Jumat. Karena jalanan akan penuh dengan orang," katanya.
(lir/lir)





