JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, memaparkan evaluasi kinerja dan anggaran Kementerian UMKM dalam rapat kerja bersama DPR RI.
Rapat yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, ini menyoroti capaian semester I tahun anggaran 2026 serta arah kebijakan ke depan.
Maman menyebut realisasi anggaran Kementerian UMKM telah mencapai Rp168,6 miliar dari total pagu Rp397,1 miliar atau sekitar 42,46 persen.
BACA JUGA:Pilih 02? Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Buatkan Surat Permohonan Maaf untuk Pendukung Prabowo-Gibran
"Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung berbagai program strategis yang menyasar penguatan sektor UMKM di seluruh Indonesia," ujar Maman, di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp105,8 triliun kepada 1,69 juta pelaku usaha.
Sebanyak 511 ribu UMKM berhasil naik kelas, sementara lebih dari 1,15 juta merupakan debitur baru.
Capaian ini dinilai menjadi indikator positif dalam memperluas akses permodalan.
Penguatan legalitas usaha juga menunjukkan perkembangan signifikan.
BACA JUGA:Indonesia Desak Israel Bebaskan Kapal Misi Kemanusiaan yang Ditahan oleh Israel
Sepanjang semester I 2026, pemerintah memfasilitasi penerbitan 15,65 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) serta 3,73 juta sertifikasi halal.
Selain itu, "dukungan standardisasi melalui SNI Bina UMK terus digencarkan untuk meningkatkan daya saing produk,"kata Maman.
Kementerian UMKM juga memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui pembinaan lebih dari 1 juta wirausaha serta pengawasan ratusan inkubator bisnis yang menaungi ribuan startup.
Program kemitraan dengan pelaku usaha besar turut mencatat potensi transaksi hingga Rp2,21 triliun.
Tak hanya itu, sebanyak 57.600 UMKM dilibatkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus membuka peluang pasar baru dan memperkuat rantai pasok nasional.
- 1
- 2
- »





