JAKARTA, KOMPAS.com - Kedatangan anggota ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya ke rumah penulis buku Ahmad Bahar pada Minggu (17/5/2026) menuai polemik.
Rumah pribadi Ahmad Bahar yang berada di Cimanggis, Depok, Jawa Barat didatangi belasan orang anggota GRIB Jaya sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka hendak mencari Ahmad Bahar untuk diminta bertemu dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules.
Baca juga: Rumah Penulis Ahmad Bahar Digeruduk GRIB Jaya, Bermula Konten Singgung Hercules
Namun, saat itu Ahmad Bahar sedang tidak ada di rumah.
Menurut penuturan istrinya, Yenni Nur, suaminya sedang dalam perjalanan mengantar buku kepada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.
Ahmad Bahar saat itu juga hendak bertemu dengan mantan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.
Sementara itu, Yenni sedang dalam perjalanan dari Karawang ke Depok karena baru saja menjemput salah satu anaknya dari pondok pesantren.
Sehingga di rumah Ahmad Bahar hanya ada anak-anaknya dan ibunda Yenni yang sedang sakit.
"Kemarin jam 14.00 WIB, di rumah cuma ada anak-anak saya, mereka nyari suami saya enggak ada," kata Yenni saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (18/5/2025).
Rombongan GRIB Jaya saat itu juga sempat masuk ke dalam rumah untuk memeriksa apakah Ahmad Bahar bersembunyi di dalam.
Saat Ahmad Bahar dipastikan tidak ada, putrinya yang bernama F (33), kemudian diminta ikut ke markas GRIB Jaya di Jakarta Barat.
Sementara itu, pada Minggu sore, Yenni sempat terputus kontak dengan suaminya.
"Saya terputus kontak sama suami, dia tidak bisa dihubungi handphone-nya," ujar Yenni.
Sehingga akhirnya F dibawa ke kantor GRIB Jaya dengan didampingi oleh ketua rukun warga (RW) setempat untuk memastikan keselamatannya.
"Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka, gitu loh. Jadi disuruh datang dulu baru anak saya dipulangin, mana itu pas hari ulang tahun anak saya, sedih," jelas Yenni.
Baca juga: Putri Ahmad Bahar Sempat Diinterogasi Hercules Saat Berada di Markas GRIB Jaya
Penyebab penggerudukan rumah Ahmad BaharKedatangan anggota GRIB Jaya ke rumahnya diduga disebabkan dua hal.
Pertama, karena sebelumnya ada yang meretas nomor handphone putrinya.
Saat diretas, pelaku peretasan mengirimkan pesan bernada ancaman kepada Hercules.
Pihak Hercules sebelumnya sempat mendatangi rumah mereka untuk meminta klarifikasi.
Pihak keluarga pun sudah menjelaskan dan memberikan bukti bahwa HP tersebut diretas, tetapi penjelasan itu tidak dihiraukan.
Selain peretasan, Yenni menduga penyebab lainnya berasal dari unggahan video di akun TikTok milik Ahmad Bahar.
Dalam video tersebut, Ahmad disebut mengkritik Hercules yang saat itu tengah berseteru dengan Amien Rais.
"Awal ininya sih ya ada konten Pak Ahmad Bahar yang menyinggung-menyinggung Hercules. Karena kan Hercules itu waktu itu mengingatkan Pak Amien Rais, sementara Pak Ahmad itu kan emang deket sama Pak Amien," jelas Yenni.
"Otomatis aja ya kontennya sih emang rada nyerempet-nyerempet, 'kamu tuh udah waktunya tumbang' gitu ngomong ke Hercules," tutur dia.
Baca juga: Rumah Penulis Ahmad Bahar Digeruduk dan Anak Disandera, GRIB Jaya: Cuma Mau Tabayyun
GRIB Jaya bantah penggerudukanSementara itu, pihak GRIB Jaya membantah telah melakukan pengepungan di rumah penulis buku Ahmad Bahar.
Menurut Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, kedatangan mereka ke rumah itu untuk meminta klarifikasi soal video yang menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.
"Narasi yang menyebutkan adanya 'pengepungan massa' dinilai sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Marcel dalam keterangan tertulis, Senin.
Kedatangan anggota GRIB Jaya juga bermaksud mengingatkan Ahmad Bahar bahwa ruang publik harus diisi dengan fakta, bukan fitnah atau provokasi.
Selain itu, untuk menjaga lingkungan sekitar rumahnya kondusif dan menghindari hal-hal anarkistis, anggota GRIB meminta Ahmad Bahar langsung datang ke Kantor DPP GRIB Jaya guna mengklarifikasi pernyataannya yang menyinggung Hercules.
"Sayangnya, Ahmad Bahar dinilai tidak ksatria dan mencoba lepas dari tanggung jawab. Alih-alih hadir secara jantan, ia justru melarikan diri, mematikan telepon genggamnya, dan hanya mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP," jelas Marcel.
Sebelum mendatangi rumah di Cimanggis, tim hukum DPP GRIB Jaya telah merampungkan berkas dan mengumpulkan bukti-bukti digital untuk melaporkan Ahmad Bahar ke polisi.
Pasalnya, sebelumnya ada aksi doxing yang dilakukan secara masif oleh sejumlah nomor asing melalui aplikasi WhatsApp.
Nomor-nomor gelap tersebut menyebarkan konten TikTok Ahmad Bahar yang ditujukan terhadap Hercules.





