TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kasus dugaan child grooming yang menyeret mantan Kepala SMK Letris 2 Pamulang, Tangerang Selatan, berinisial AMA, bermula dari sebuah saluran WhatsApp yang diam-diam beredar di kalangan siswa.
Dari sana, satu per satu cerita tentang dugaan kedekatan tak wajar antara kepala sekolah dan siswi mulai mencuat ke publik.
Kasus yang awalnya hanya menjadi perbincangan internal siswa itu kemudian viral di media sosial.
Hal itu memicu para siswa dan alumni angkat bicara, hingga berujung pada penyelidikan polisi dan pemecatan permanen terhadap AMA oleh pihak yayasan sekolah.
Baca juga: Dugaan Child Grooming Eks Kepsek SMK di Tangsel Mulai Terungkap dari Saluran WA
Bermula dari Saluran WhatsAppWakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Letris 2 Pamulang Firdaus Shaugie mengatakan, pihak sekolah awalnya tidak mengetahui adanya hubungan dekat antara AMA dan seorang siswi berinisial S.
Menurut Firdaus, komunikasi antara keduanya bermula ketika orangtua S yang meminta pihak sekolah memperhatikan anaknya yang tinggal di kos bersama kakaknya.
Tetapi, seiring berjalannya waktu, S disebut sering membagikan cerita pribadinya tentang kedekatan dirinya dengan mantan kepala sekolah melalui saluran WhatsApp bernama "Em Anu" yang hanya diikuti sejumlah orang.
Akun saluran tersebut dibuat tertutup oleh S dengan isi anggota yang diduga dari kalangan temannya.
Namun, situasi berubah ketika tangkapan layar, foto, dan video kedekatan keduanya dari saluran tersebut tersebar melalui akun saluran WhatsApp lainnya bernama "spill" pada Rabu (13/5/2026).
Akun saluran tersebut dibuat terbuka sehingga banyak yang akses dan kemudian menyebar luas ke TikTok, Instagram, Threads, hingga X. Kondisi itu memicu sorotan publik.
"Kontennya itu sebenarnya berasal dari saluran WhatsApp anak ini sendiri," kata Firdaus.
Pihak sekolah sempat mengingatkan agar interaksi antara kepala sekolah dan siswi tetap profesional.
"Kita sudah sampaikan ke wali kelasnya, kepala sekolah juga sudah kita sampaikan bahwa harus menjaga profesionalitas," ujar dia.
Baca juga: Usai Kasus Dugaan Child Grooming Viral, Siswa SMK di Tangsel Laporkan Kelakuan Eks Kepsek
Polisi turun tangan, kepsek bantahSetelah kasus viral, Polres Tangerang Selatan mulai melakukan penyelidikan berdasarkan hasil patroli siber.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, polisi menemukan informasi dugaan child grooming dari berbagai unggahan media sosial.





