California Gugat Meta karena Iklan Scam di Facebook dan Instagram

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Santa Clara County, California, AS, menggugat Meta. Raksasa teknologi itu diduga memperoleh keuntungan besar dari iklan scam (penipuan) di Facebook dan Instagram.

Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Santa Clara pada Senin (11/5) waktu setempat menuding Meta melanggar hukum iklan palsu dan praktik bisnis tidak adil di California. Gugatan tersebut diajukan atas nama seluruh warga California.

Dalam dokumen gugatan, Meta disebut membiarkan iklan scam beredar secara global di platformnya demi mempertahankan pemasukan iklan. Pemerintah Santa Clara meminta ganti rugi, restitusi, hingga perintah pengadilan agar perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu menghentikan praktik bisnis yang dianggap merugikan pengguna.

Kasus ini mengacu pada bocoran dokumen internal yang sebelumnya dilaporkan Reuters. Dokumen menyebut induk Facebook itu diduga menghasilkan hingga 7 miliar dolar AS per tahun atau sekitar Rp 122 triliun (kurs Rp 17.500,67) dari iklan berisiko tinggi yang memiliki ciri jelas sebagai penipuan.

Santa Clara menilai Meta tidak melakukan penindakan besar terhadap pengiklan penipuan. Perusahaan justru dituding membuat 'guardrails' atau pembatas internal agar upaya pengurangan scam tidak mengganggu pendapatan perusahaan.

Juru Bicara Meta, Andy Stone, membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut laporan Reuters telah mendistorsi motif perusahaan dan mengabaikan berbagai langkah yang dilakukan Meta untuk memerangi penipuan.

"Kami secara agresif melawan scam di dalam dan luar platform karena praktik tersebut merugikan pengguna dan bisnis yang bergantung pada layanan kami," kata Stone.

Dalam gugatan itu, Santa Clara juga menuduh Meta berkontribusi terhadap maraknya penipuan digital dengan membiarkan pihak ketiga menjual akun iklan yang kebal terhadap moderasi.

Meta juga disebut menargetkan iklan scam kepada pengguna yang sebelumnya pernah mengklik penawaran serupa. Bahkan, sistem AI generatif Meta diduga membantu pengiklan tidak etis membuat materi promosi penipuan.

"Skala pelanggaran yang dilakukan Meta telah mencapai tingkat yang luar biasa dan hal itu harus dihentikan," ujar Penasihat Hukum Santa Clara County, Tony LoPresti. "Sebagai jaksa sipil di Silicon Valley, kami punya tanggung jawab khusus untuk memastikan perusahaan teknologi mematuhi hukum."

Santa Clara juga menyoroti klaim Meta terkait upaya anti-scam. Pemerintah daerah itu menilai Meta menyesatkan publik dengan menyebut penanganan penipuan sebagai prioritas utama, sementara perusahaan diduga tetap mendapatkan keuntungan besar dari iklan palsu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebih dari 85 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kecelakaan Maut Truk Kontainer Tabrak Minibus di Luwu, 3 Orang Tewas 
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
5 Makanan Paling Digemari Sel Kanker, Banyak Dikonsumsi Warga RI
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mahasiswi Teknik Unhas Tewas di Area Kampus, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Wagub Sumbar Muncul Perdana Usai Alami Kecelakaan
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.