Catatan Buya Anwar Abbas saat Mengunjungi Uighur Xinjiang

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas berbagi catatan perjalanan saat mengunjungi Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, provinsi terbesar di Tiongkok, 17-21 Mei 2026.

Daerah Otonomi Uighur Xinjiang adalah sebuah daerah otonom di China terletak di bagian barat laut Tiongkok yang secara geografis berada tepat di jantung benua Asia. Luasnya sekitar 1.664.900 kilometer persegi atau hampir seluas wilayah darat Indonesia (1.904.569 km persegi).

BACA JUGA: Muhadjir Effendy Merasa Tak Enak Menunda Pemeriksaan oleh KPK

Hal itu menjadikan Uighur Xinjiang sebagai wilayah setingkat provinsi terbesar di Tiongkok, karena luasnya sekitar seperenam dari total daratan negara tersebut. Penduduknya berdasarkan data tahun 2025 sekitar 26,2 juta jiwa dengan etnis Uighur yang beragama Islam sebagai etnis terbesar.

Daerah ini berbatasan langsung dengan Rusia, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, India, dan Mongolia. Sebagian besar wilayahnya didominasi oleh pegunungan seperti jajaran Tianshan, padang rumput, serta bentang alam gurun.

BACA JUGA: Pengusaha Impor Heri Black Digarap KPK, Ini Kasusnya

"Wilayah ini bagi China selain merupakan salah satu lumbung pangan dan pusat energi terbesar, juga produsen kapas kualitas tertinggi dan terbesar di China, yang banyak terdapat di Cekungan Tarim dan Depresi Turfan," kata Buya Anwar, Senin (18/5/2026).

Di samping itu, Xinjiang juga dikenal sebagai provinsi penghasil gandum, dan berbagai buah-buahan lainnya. Daerah ini berhasil menjadi wilayah yang memiliki tingkat swasembada pangan yang tinggi dengan mempergunakan sistem irigasi lelehan salju dari pegunungan yang ada di wilayahnya.

BACA JUGA: Ini Tampang AKP Deky Jonathan Sasiang yang Terlibat Jaringan Narkoba

Selain itu, teknologi pertanian modern juga membuat Xinjiang menjadi lumbung jagung, padi, jawawut, sorgum dan gandum yang tumbuh subur di musim dingin dan di musim semi. Begitu juga dengan buah-buahan. Xinjiang dikenal sebagai pusat buah manis dan segar seperti anggur tanpa biji, melon hami, apel lili, pir wangi korla, dan juga komoditas lain seperti bit gula dan kepompong ulat sutera.

Kemudian, Xinjiang juga dikenal sebagai gudang energi bagi China karena daerah ini terbilang kaya dengan cadangan mineral dan sumber daya batu bara sehingga membuat wilayah itu salah satu daerah produsen batu bara terbesar di China yang menyumbang sekitar 38 persen dari total cadangan batu bara nasional negara itu.

"Xinjiang juga kaya dengan minyak dan gas bumi yang terletak di wilayah Junggar, Cekungan Tarim dan Turpan. Bahkan cadangan yang dimilikinya lebih dari seperempat total cadangan nasional," tutur Buya Anwar yang juga pemerhati sosial, ekonomi, dan keagamaan.

Buya Anwar menyebut Xinjiang juga kaya dengan cadangan logam mulia dan logam industri, termasuk emas, besi, tembaga, nikel, serta garam dan sodium yang melimpah di danau-danau garamnya.

Hal itulah yang telah membuat pendapatan per kapita Uighur Xinjiang cukup tinggi, yaitu sekitar 11.421 US dolar (USD), jauh lebih tinggi dari pendapatan per kapita Provinsi Jawa Timur, Indonesia di tahun yang sama (USD4.700) dan Jawa Barat sekitar USD4.990, walau masih jauh di bawah pendapatan per kapita Jakarta USD22.318 dan ibu kota China, Beijing USD33.418.

"Yang jelas Uighur Xinjiang tampak terus melangkah maju. Hal itu terlihat dari pesatnya pembangunan di kota URUMQI yang merupakan ibu kota dari provinsi tersebut," ujarnya.

Namun, bagaimana dengan keadaan ekonomi dan peran dari umat Islam Uighur? Apakah mereka mampu membuat Xinjiang menjadi wilayah terkaya dan termakmur di kawasan yang terletak di jantung benua Asia tersebut?

"Sikap dan kebijakan dari pemerintah China dalam hal ini tentu akan sangat menentukan," kata Anwar Abbas.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria Jatuh dari Lantai 7 Plaza di Kramat Raya Senen
• 16 jam laludetik.com
thumb
Toyota Veloz Hybrid Catat Pemesanan 10 Ribu Unit
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Megawati dan Dubes Kuba Bahas Kerja Sama Kesehatan hingga Solidaritas Antarnegara
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Waka Komisi I Kecam Israel Culik Jurnalis Republika, Desak PBB Bantu Bebaskan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Media Asing Kritik, Prabowo Disebut Gerus Ekonomi dan Demokrasi Indonesia
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.