Hadiah dari Zhongnanhai Dibuang ke Tempat Sampah Hingga Gunakan Telepon Sekali Pakai, Hubungan AS–Tiongkok Kembali Jadi Sorotan

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Sebelum rombongan kunjungan Donald Trump kembali dari Tiongkok, semua “hadiah” yang diberikan oleh pihak Xi Jinping dilarang dibawa naik ke pesawat oleh pihak AS, dan langsung dibuang ke tempat sampah di bandara di depan staf Tiongkok. Para analis menilai bahwa Amerika Serikat sudah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan Xi Jinping.

Reporter New York Post, Emily Goodin, menulis di platform X pada sore 15 Mei bahwa sebelum menaiki Air Force One, staf Amerika mengumpulkan semua barang yang dibagikan pejabat Partai Komunis Tiongkok, termasuk kartu identitas, lencana delegasi, serta “telepon sekali pakai” (burner phones) yang dibagikan Gedung Putih.

Goodin menulis di X bahwa sebelum pesawat lepas landas, “semua barang itu langsung dibuang ke tempat sampah,” dan ditegaskan bahwa “tidak ada barang apa pun dari Tiongkok yang diizinkan dibawa ke dalam pesawat.”

Selama berlangsungnya “pertemuan Trump–Xi”, juga terjadi beberapa bentrokan antara personel kedua pihak. 

Menurut penjelasan Goodin, hanya dalam satu hari pada 14 Mei saja terjadi sejumlah insiden, termasuk seorang staf Gedung Putih diinjak oleh reporter pihak Tiongkok, seorang pasukan Paspampres AS dilarang menghadiri acara resmi oleh pihak Partai Komunis Tiongkok, serta seluruh rombongan media AS juga dilarang mengikuti iring-iringan kendaraan presiden.

Selain itu, dalam jamuan makan malam resmi yang diselenggarakan pihak PKT untuk tim Trump, meskipun kedua pihak tampak berinteraksi secara terbuka, pengamanan dilakukan dengan sangat ketat. Rekaman di lokasi menunjukkan bahwa gelas minum Xi Jinping diserahkan oleh pelayan pihak Tiongkok, sedangkan gelas Donald Trump ditangani oleh staf pelayanan AS.

Publik berspekulasi bahwa kedua pihak kemungkinan sama-sama khawatir terhadap risiko peracunan, dan berusaha menghindari pihak lawan menyentuh gelas mereka atau meninggalkan sidik jari maupun DNA.

Berbagai detail tersebut dengan cepat memicu perdebatan hangat di masyarakat.

Pakar masalah Tiongkok, Chen Pokong, mengatakan kepada Epoch Times bahwa tingkat pengamanan Amerika selama kunjungan Trump ke Beijing kali ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menunjukkan tingkat ketidakpercayaan yang sangat tinggi antara AS dan Tiongkok, serta adanya potensi permusuhan besar di antara kedua pihak. Menurutnya, pertemuan tersebut semata-mata dilakukan untuk meredakan hubungan dan mencegah konflik yang tidak terkendali.

Media daring “New Highland” juga menganalisis bahwa tindakan pihak Amerika kali ini bukan hanya membuang barang pemberian pihak Tiongkok, tetapi bahkan turut memusnahkan telepon yang dibagikan oleh pihak sendiri. Hal ini mencerminkan “ketidakpercayaan total terhadap seluruh rantai kontak”.

Artikel tersebut menyebut bahwa insiden ini merupakan gambaran nyata dari ketegangan struktural hubungan AS–Tiongkok saat ini. Meski di permukaan kedua pihak melakukan “kunjungan bersejarah”, kewaspadaan ekstrem dari tim keamanan mengingatkan dunia bahwa fondasi saling percaya tetap sangat rapuh. Pihak Amerika lebih memilih dianggap “tidak sopan” daripada mengambil risiko sekecil apa pun.

Opini publik secara umum menilai bahwa alasan tim kunjungan Amerika membuang semua “hadiah” dari pemerintahan Xi Jinping adalah, di satu sisi, karena hubungan AS–Tiongkok terus memburuk sehingga pemerintahan Trump tidak lagi menjaga perasaan PKT; di sisi lain, tindakan penyadapan yang pernah dilakukan PKT di masa lalu membuat pihak Amerika harus sangat waspada.

Menurut laporan surat kabar Inggris The Sun pada 2023 yang mengutip sumber terkait, seorang mantan pejabat Kedutaan Besar Inggris di Tiongkok pernah menerima hadiah berupa satu set perlengkapan teh dari pihak Tiongkok sebelum kembali ke Inggris. 

Setelah kembali ke Inggris, pejabat tersebut sering menggunakan set teh itu. Namun suatu hari, ketika peralatan tersebut tidak sengaja pecah, ditemukan perangkat perekam tersembunyi di dalamnya. Meski tidak berhasil memperoleh informasi sensitif, kejadian itu menunjukkan bahwa PKT menggunakan berbagai cara untuk mencuri rahasia.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Pastikan Kesiapan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia Menjelang Fase Armuzna
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
DPD RI dukung industri kreatif dan musik di Kaltara
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Saham Bank Central Asia Menghijau Saat IHSG Lesu, BBCA Tetap Kokoh di Tengah Tekanan Pasar
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Kata CEO Rumah Zakat Terkait Relawannya yang Diculik Tentara Israel
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Video: Menteri P2MI Luncurkan Program Gerakan Nasional
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.