Kronologi Rombongan Aktivis-Jurnalis WNI Diculik Tentara Israel dalam Misi Flotilla ke Gaza

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Empat jurnalis dan satu aktivis asal Indonesia dilaporkan diculik oleh militer Israel (IDF) saat mengikuti pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, insiden bermula ketika salah satu kapal yang membawa rombongan flotilla dicegat di perairan Siprus, sekitar 300 kilometer dari Gaza, pada Senin (18/5/2026) pukul 11.00 waktu setempat.

Di kapal BoraLize, jurnalis Republika Bambang Nuroyono alias Abeng sempat mengaktifkan protokol intersepsi setelah terdeteksi kapal mencurigakan di sekitar armada flotilla.

Salah satu protokol yang dijalankan adalah mengirimkan video SOS sebagai peringatan apabila terjadi pencegatan oleh militer Israel. Tak lama setelah video tersebut dikirimkan, Abeng dilaporkan hilang kontak.

“Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini berada dalam penculikan tentara Zionis Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya,” kata Abeng dalam video yang diunggah melalui akun resmi @republikaonline.

Sementara itu, dari kapal Ozgurluk, tiga jurnalis Indonesia juga mengirimkan video SOS serupa, yakni jurnalis Republika Thoudy Badai, jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho, serta kontributor iNews, Beritasatu, dan CNN, Rahendro Herubowo. Ketiganya juga dilaporkan hilang kontak setelah pencegatan terjadi.

Baca Juga

  • Jurnalis Republika Diculik Tentara Israel saat Misi Kemanusiaan ke Gaza
  • Kemlu RI Kecam Militer Israel yang Tangkap Kapal GSF, Desak Bebaskan Seluruh Awak

Di sisi lain, pasukan Israel turut mencegat dan membajak kapal Josef yang membawa sejumlah relawan kemanusiaan, termasuk seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Andi Prasadewa, relawan dari Rumah Zakat.

Adapun berdasarkan informasi dari Command Center Sumud Nusantara sekitar pukul 23.00 waktu Turki, dua kapal lainnya yakni Kasri Sadabad, yang membawa relawan WNI Asad Aras dan Hendro Prasetyo, serta kapal Zefiro yang dinaiki Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu, dilaporkan masih terus berlayar.

“Masih ada harapan, semoga Allah jaga, Allah lindungi bisa tembus Gaza. Update waktu fajar dari Command Center Sumud Nusantara,” tulis akun Instagram @globalpeaceconvoy, Selasa (19/5/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ancaman Kenaikan Harga Pangan Impor Kala Rupiah Melemah
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Korban PHK Bisa Dapat Uang Tunai, Begini Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
BI Yakin Rupiah Akan Menguat Mulai Juli Usai Permintaan Valas Menurun
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Nekat! Seorang Pria Curi Uang Jutaan Rupiah di Laci Kasir SPBU
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
RI Desak Israel Bebaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.