Jumlah PHK ini setara dengan tiga persen dari total 27.500 karyawan IKEA di seluruh dunia.
IDXChannel—Inter IKEA, pengelola waralaba IKEA di 63 negara, akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 850 pekerja untuk mengurangi biaya operasional agar bisnis berjalan lebih efisien.
Jumlah PHK ini setara dengan tiga persen dari total 27.500 karyawan IKEA di seluruh dunia. Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan di beberapa wilayah, termasuk 300 PHK di Swedia, negara kelahiran IKEA pada 1943.
Melansir Reuters (19/5/2026), IKEA mencatatkan penurunan permintaan konsumen. Selain itu, Inter IKEA selaku pemegang waralaba juga ditekan oleh penerapan tarif dari Amerika Serikat. IKA juga kini tengah berproses untuk pindah ke lokasi-lokasi yang lebih kecil di pusat kota untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Inter IKEA saat ini mengelola pengadaan produk-produk buatan IKEA dari pabrik-pabrik di seluruh dunia, serta memasok 13 pemegang waralaba lainnya yang juga mengoperasikan gerai-gerai IKEA.
"Kita perlu menjadi lebih cepat, mempersingkat proses pengambilan keputusan, dan memusatkan upaya kita pada prioritas-prioritas ini," kata Kepala Keuangan Inter IKEA, Henrik Elm, mengutip Reuters (18/5/2026).
Baik Inter IKEA maupun franchisee terbesarnya, Ingka Group, yang memiliki sebagian besar gerai IKEA di seluruh dunia, mengganti CEO pada akhir tahun lalu setelah IKEA melaporkan penurunan penjualan untuk tahun kedua berturut-turut.
Ingka juga mengumumkan rencana pada Maret untuk memangkas 800 pekerjaan dari tenaga kerja kantornya.
Elm mengatakan daya beli konsumen yang sudah menurun sejak lama, kini makin turun karena perang Iran. Konflik geopolitik ini menaikkan harga bahan bakar dengan tajam, merugikan anggaran rumah tangga.
Akibatnya, kenaikan harga bahan pokok akhirnya mengurangi keinginan dan prioritas konsumen untuk berbelanja barang-barang non-esensial seperti renovasi rumah atau sofa baru.
Seperti diketahui, produk yang dijual IKEA adalah jenis barang yang dapat dan sangat mungkin ditunda pembeliannya.
"Saat daya beli konsumen sangat terpengaruh, pendapatan yang dapat dibelanjakan benar-benar menurun bagi banyak orang, terutama konsumen yang ingin kami jangkau," tambah Elm, dikutip dari Reuters (18/5/2026).
"Kemampuan kami untuk menurunkan harga agar konsumen mampu membeli IKEA sekarang jadi lebih penting dari sebelumnya, dan tentu saja ini tidak dapat dicapai jika Anda memiliki biaya pokok yang terlalu tinggi," jelasnya.
(Eugenia Siregar)





