Perjuangan Petani Damiri Berhaji, Sampai Harus Amputasi Jempol Kaki di Saudi

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Damiri harus rela kehilangan jempol kakinya di tengah prosesnya berhaji di Arah Saudi. Namun, semangatnya untuk menjalankan ibadah haji masih terpancar dari diri Damiri.

Wajahnya masih tersenyum saat menceritakan proses amputasi tersebut.

“Sedih ya enggak. Malah senang,” ujar Damiri saat ditemui di hotel jemaah lansia sektor 2 Makkah yang tengah dalam masa pemulihan beberapa waktu lalu.

Pria 66 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai petani di kampung halamannya di Tegal. Tahun ini menjadi pengalaman pertama Damiri berangkat haji bersama istrinya.

Perjalanan ibadahnya semula berjalan lancar sejak tiba di Madinah. Namun, kondisi kesehatannya mulai terganggu setelah kaki kanannya mengalami pembengkakan.

Damiri yang memiliki riwayat diabetes dan asam urat mengaku sempat menganggap pembengkakan tersebut sebagai kelelahan biasa akibat aktivitas ibadah.

Setelah menjalani umrah wajib di Makkah, rasa sakit di kakinya semakin parah. Pemeriksaan medis menunjukkan kadar gula darahnya melonjak hingga sekitar 500 mg/dL.

Luka di kaki kirinya kemudian menghitam dan dokter memutuskan melakukan amputasi jempol kaki untuk mencegah infeksi meluas.

“Kalau sudah hitam begitu ya harus dibersihkan,” katanya.

Damiri menjalani operasi di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah. Seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah Arab Saudi.

Meski harus kehilangan jempol kaki, dia tetap merasa bersyukur karena operasi dilakukan setelah umrah wajib selesai.

“Untungnya sesudah umrah wajib,” ujarnya.

Selama masa pemulihan, Damiri menempati kamar khusus lansia yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Di kamar mandi maupun sisi tempat tidur, tersedia pegangan besi untuk membantu mobilitas jemaah lanjut usia dan disabilitas.

Damiri kini mulai kembali belajar berjalan perlahan tanpa terlalu bergantung pada kursi roda. Dia juga rutin mengikuti salat berjemaah bersama jemaah lansia lain di area lobi hotel.

Menurut petugas sektor 2 Daker Makkah, layanan tersebut merupakan bagian dari penguatan program haji ramah lansia dan disabilitas pada musim haji 2026.

Dia pun mengingatkan jemaah lain yang memiliki penyakit penyerta agar segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala kesehatan selama berada di Tanah Suci.

“Kalau ada gejala langsung periksa. Jangan ditunda,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantah Lakukan Pesugihan, Ternyata Ini yang Dilakukan Sarwendah di Gunung Kawi
• 4 menit laluviva.co.id
thumb
Disamakan Dengan Krisis 1998, Purbaya: Fondasi Ekonomi Masih Kuat
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
BI Yakin Rupiah Akan Menguat Mulai Juli Usai Permintaan Valas Menurun
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Said Aqil Pastikan Tak Maju Sebagai Calon Ketum atau Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-35
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.