Ringkasan Berita
- Pemkot Probolinggo melakukan sidak stok pangan jelang Iduladha 2026.
- Cadangan beras di gudang Bulog meningkat dari 6 ribu ton menjadi 19 ribu ton.
- Harga bahan pokok di pasar masih relatif stabil dan terkendali.
- Operasi pasar disebut berhasil menekan inflasi daerah menjadi 2,7 persen.
Probolinggo (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Probolinggo mulai mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, unsur Forkopimda, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung melakukan inspeksi stok pangan ke pusat distribusi dan gudang Bulog, Senin (18/5/2026).
Sidak dilakukan di Toserba Graha Mulia Jalan Dr. Soetomo serta Gudang Bulog di Jalan Lumajang. Pemantauan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha yang kerap memicu kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan pemerintah daerah tidak ingin terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat saat momentum hari besar keagamaan.
“Berdasarkan siklus tahunan, Iduladha selalu menjadi salah satu pemicu kenaikan harga. Karena itu kami turun langsung bersama Forkopimda dan BPS untuk memastikan kondisi tetap terkendali sampai kebutuhan masyarakat meningkat,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Dari hasil sidak tersebut, Pemkot Probolinggo memastikan stok pangan di wilayahnya berada dalam kondisi sangat aman. Bahkan, cadangan beras di gudang Bulog mengalami peningkatan signifikan dibanding sebelumnya.
Jika sebelumnya stok beras hanya berada di kisaran 6 ribu ton, kini meningkat menjadi sekitar 19 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Probolinggo Raya menjelang Iduladha.
“Ini bukan sekadar aman, tapi sangat aman. Stok beras, minyak goreng hingga bantuan pangan tersedia melimpah,” ujar Aminuddin.
Selain memastikan ketersediaan stok, tim juga memantau perkembangan harga bahan pokok di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan harga beras premium maupun medium masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.
Pemkot Probolinggo juga mengklaim operasi pasar yang dilakukan bersama Bulog dan Badan Pusat Statistik (BPS) mulai memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi daerah.
Angka inflasi Kota Probolinggo disebut turun cukup signifikan dari sebelumnya 4,1 persen menjadi 2,7 persen dalam beberapa bulan terakhir.
“Inflasi kita membaik cukup signifikan. Operasi pasar terus kami lakukan hampir tiga minggu terakhir untuk menjaga harga tetap stabil,” pungkasnya. [rap/beq]




