Rosan Sebut Saham Bank BUMN Lagi Diskon Gede, Peluang Kenaikan Terbuka Lebar!

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai saham-saham BUMN di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berada pada level valuasi yang menarik di tengah tekanan pasar.

Hal tersebut tercermin dari saham perbankan pelat merah yang saat ini diperdagangkan pada rasio price to book value (PBV) di bawah satu kali, jauh di bawah level normal yang menurutnya bisa berada di atas dua hingga tiga kali.

Menurutnya, kondisi valuasi tersebut membuka potensi kenaikan harga (upside) dalam jangka menengah hingga panjang.

“Apalagi misalnya kalau kita lihat perbankan dari price to book-nya is below 1% yang di mana kalau keadaan normal itu above 2, above 3%. Jadi definitely there’s a potential upside,” ujar Rosan, saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Baca Juga: Saat IHSG Bergejolak, Rosan Bicara Realita Pasar Modal: Bursa Pasti Ada Naik Turunnya

Baca Juga: Rosan Klaim Investasi Sumbang 32% dari Total Pertumbuhan Ekonomi 5,61% di Kuartal I

Ia mengatakan Danantara melihat pasar modal dengan pendekatan investasi jangka panjang dan tidak berfokus pada fluktuasi jangka pendek. Penilaian investasi dilakukan dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan dan prospek imbal hasil.

“Kalau kita lihat investasi di bursa buat kami di Danantara ini adalah investasi jangka panjang. Dan kalau kita lihat bahwa BUMN yang ada di bursa, kalau kita lihat secara satu persatu contohnya Himbara ataupun Mineral itu yield-nya juga sangat baik di atas 10-11 persen,” katanya.

Rosan menyebut secara fundamental maupun dari sisi harga, saham-saham BUMN dinilai masih memiliki prospek imbal hasil jangka menengah dan panjang.

“Nah oleh sebab itu kalau kita lihat lagi memang benar baik secara fundamental maupun baik secara pricing dari saham-saham, pertama saham BUMN kita yang ada di bursa itu akan membuat yield jangka menengah panjang yang baik. Yang above 10-11 persen,” ujarnya.

Selain menyoroti valuasi saham BUMN, Rosan juga mengapresiasi sejumlah langkah afirmatif yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia dalam memperkuat tata kelola serta memperdalam pasar modal domestik.

Baca Juga: IHSG Anjlok 3% Usai Dasco Hingga Rosan Sidak ke BEI, 639 Saham Melemah

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.599, Terseret Pelemahan Rupiah dan Spekulasi BI Rate

“Kalau kita lihat lagi dengan, saya mesti kasih apresiasi ke OJK dan bursa dengan beberapa affirmative action-nya dalam rangka terus menyempurnakan bursa kita menjadi lebih baik, lebih transparan, lebih governanceto deepen also our capital market,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI Desak Israel Bebaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
• 9 jam laludetik.com
thumb
Polda NTT Siapkan 22 SPPG untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis dan Atasi Gizi Buruk
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Pemanasan Sebelum Lawan Megawati Hangestri, Vanja Bukilic Resmi Perkuat Timnas Voli Putri Serbia di VNL 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Dirut Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana Jadi Ketua Dewan Direktur INA
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
• 21 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.