GPCI Sebut Penangkapan 9 WNI oleh Israel Ancaman bagi Misi Kemanusiaan Gaza

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menegaskan bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel saat mengikuti pelayaran menuju Gaza, tengah menjalankan misi kemanusiaan yang sah dan legal berdasarkan hukum internasional.

Irvan Nugraha Pengarah GPCI mengatakan, armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa para aktivis dan jurnalis internasional melintasi jalur perairan internasional yang dilindungi aturan hukum global.

“Dengan kejadian ini, tentu kami pun menilai bahwa ini adalah ancaman bagi kemanusiaan, dan tentunya berharap ini juga direspons oleh pemerintah Indonesia,” kata Irvan Nugraha saat bertemu pimpinan MPR RI di kompleks parlemen, Jakarta pada Selasa (19/5/2026).

Irvan menjelaskan, lembaga-lembaga kemanusiaan yang tergabung dalam GPCI selama ini terus berupaya membuka akses bantuan ke Jalur Gaza yang masih diblokade Israel.

Menurutnya, pembukaan koridor kemanusiaan menjadi langkah penting agar distribusi bantuan tidak hanya terbatas pada logistik, tetapi juga memungkinkan pengiriman relawan medis dan tenaga kemanusiaan lainnya.

“Kalau koridor kemanusiaan sudah bisa dibuka sampai Gaza, maka bantuan yang masuk bukan hanya barang, tetapi juga relawan dan bantuan kemanusiaan lainnya,” ujarnya dilansir dari Antara.

Sementara itu, Ahmad Juwaini pengarah GPCI lainnya mengungkapkan, sembilan WNI yang ditangkap terdiri atas lima aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis.

Mereka bergabung bersama ratusan peserta internasional dalam armada Global Sumud Flotilla yang berangkat dari Turki menuju Jalur Gaza untuk mengirim bantuan kemanusiaan.

Namun, rombongan kapal tersebut dicegat militer Israel pada Senin (19/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB saat melintas di jalur laut internasional.

“Seluruhnya ada 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara yang diculik militer Israel. Itu data sampai tadi pagi,” kata Ahmad Juwaini.

Menurut GPCI, penangkapan terhadap para aktivis dan jurnalis internasional tersebut menjadi perhatian serius karena misi yang dijalankan bersifat kemanusiaan dan melibatkan peserta dari berbagai negara.

Armada Global Sumud Flotilla sebelumnya diketahui membawa bantuan serta menyerukan dibukanya akses kemanusiaan ke Gaza yang selama bertahun-tahun mengalami blokade. (ant/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulog Dinilai Kembali Bawa Padi Nusantara Masuk Peta Beras Dunia
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Puasa Sebelum Idul Adha 2026 Berapa Hari? Simak Jadwal Lengkap, Niat dan Keutamaannya
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Purnomo Yusgiantoro Ajak Alumni IKAL Lemhannas Perkuat Persatuan Nasional
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Pantura Situbondo Tewaskan Pemotor
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Terseret Isu Pesugihan, Sarwendah Ungkap Alasannya ke Gunung Kawi
• 2 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.