EtIndonesia. Mantan Kepala CIA dan menteri luar negeri AS Mike Pompeo akhirnya buka suara tentang Xi Jinping. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan ke Beijing pada 13–15 Mei dan bertemu dengan Xi Jinping. Setelah mengakhiri kunjungan dan kembali ke Amerika Serikat, Trump mengatakan kepada wartawan di dalam Air Force One bahwa selama pertemuan tersebut, Xi menanyakan apakah Amerika Serikat akan membela Taiwan.
Namun Trump mengatakan ia tidak memberikan janji apapun kepada pihak Tiongkok terkait Taiwan.
Trump berkata:“Dalam masalah Taiwan, sikapnya (Xi) sangat keras. Dan saya tidak memberikan komitmen apa pun. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi.”
Trump juga mengisyaratkan kemungkinan akan berbicara dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te.
“Saya akan melihat situasinya. Saya harus berbicara dengan pemimpin Taiwan saat ini, dan kalian tahu siapa dia.”
Selama kunjungan Trump ke Tiongkok, Pompeo beberapa kali menyampaikan pandangannya tentang Xi Jinping.
Pada 14 Mei, Pompeo menulis di platform X (sebelumnya Twitter): “Saya pernah bertemu dengan beberapa orang terburuk di dunia — tetapi tanpa diragukan lagi, Xi Jinping adalah pemimpin paling dingin dan paling tidak berperasaan yang pernah saya temui. Kita seharusnya tidak memiliki ilusi apapun terhadap niat jahatnya terhadap Amerika Serikat maupun terhadap siapa saja yang menantangnya di panggung dunia.”
Keesokan harinya (15 Mei), Pompeo kembali mengeluarkan peringatan terkait Taiwan. Ia mengatakan: “Pernyataan Xi Jinping kepada Presiden Trump mengenai Taiwan pada dasarnya adalah sebuah ancaman. Kita harus tetap waspada, memahami tujuan Xi dengan jelas, dan siap mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghalangi PKT. Presiden Trump memahami hal ini.”
Dalam wawancara sebelumnya dengan Fox News, Pompeo juga menyampaikan pandangan serupa.
“Saya telah bertemu sebagian besar ‘orang berbahaya’ di dunia, termasuk anggota Taliban dan Ketua Kim (Kim Jong-un). Tetapi saya belum pernah melihat orang yang lebih dingin dan lebih tidak berperasaan daripada Xi Jinping… Saat menghadapi Presiden Trump, ia sedikit menahan diri karena mungkin ia menganggap Trump sebagai lawan yang lebih setara. Tetapi jangan salah, Xi Jinping memiliki ambisi yang sangat dalam,” katanya.
Pada masa pemerintahan pertama Trump, Pompeo menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS. Pada April 2024, ia pernah mengirim memoarnya yang berjudul Never Give an Inch ke Kedutaan Besar PKT dan bercanda bahwa buku itu bisa diberikan kepada Xi Jinping untuk dibaca.
Buku tersebut menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Direktur CIA dan Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Trump. Di dalamnya, ia juga menggambarkan kesannya saat bertemu Xi Jinping di Beijing pada tahun 2018.
Pompeo menggambarkan Xi sebagai seorang komunis yang muram, dengan “tatapan mata kosong” dan nada bicara hambar, seperti tipikal birokrat komunis.
Sumber : NTDTV.com





