KSAD Sebut Batalyon Pembangunan Akan Bantu Program Presiden di Daerah

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyampaikan rencana penguatan struktur teritorial TNI AD melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan yang ditargetkan hadir di seluruh kabupaten di Indonesia.

“Jadi, itu diharapkan satu kabupaten bisa ada satu Batalyon Teritorial Pembangunan,” kata Maruli saat ditemui usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).

Pembentukan batalyon ini merupakan bagian dari kebijakan penguatan pertahanan wilayah sekaligus dukungan TNI terhadap berbagai program pemerintah, mulai dari pembangunan daerah, ketahanan pangan, hingga penanggulangan bencana.

Ia menjelaskan, pembentukan satuan akan dilakukan secara bertahap setiap tahun dengan jumlah sekitar 150 lebih batalyon, termasuk batalyon kecabangan seperti Kavaleri, Artileri Medan (Armed), Zeni, dan lainnya.

“Tiap tahun berarti perhitungannya ada sekitar 150 plus batalyon-batalyon kecabangan; Kavaleri, Armed, Zeni, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat di berbagai daerah.

“Semua berjalan baik ya, respons masyarakat baik. Hampir di seluruh tempat, malah sekarang mereka menanyakan, ‘Di kabupaten kami kapan?’,”katanya.

Ia menambahkan, terdapat sedikit kendala terkait lahan, namun telah diselesaikan melalui komunikasi dengan pihak terkait.

“Ya, jadi, ada 1-2 yang tanah sedikit bermasalah, setelah kita jelaskan, enggak ada masalah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maruli menegaskan bahwa TNI AD turut terlibat dalam berbagai program pemerintah di lapangan. Ia kemudian merinci bentuk keterlibatan tersebut dalam sejumlah program Presiden di daerah.

“Jadi banyaklah, sekarang program Presiden kan banyak untuk bantu masyarakat. Ada jembatan, ada air bersih, ada apa lagi, nanti kesiapan kalau bencana alam, ini menghadapi kekeringan kita mulai bor air. Jadi, bekerja semua,” kata dia.

Ia juga menyebut program TNI mendukung agenda pemerintah, termasuk swasembada pangan. “Ya, termasuk pangan lah, jelas itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pada 2026 ditargetkan seluruh kabupaten di Pulau Jawa telah memiliki Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.

“Kita targetkan setiap tahun 150 batalyon untuk memenuhi 514 kabupaten. Insyaallah di tahun 2026 seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal satu batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan,” kata Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ranty Maria dan Rayn Wijaya Belum Targetkan Momongan, Pilih Serahkan pada Tuhan
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Foto: Aksi Unjuk Rasa di Bolivia Berujung Bentrok dengan Aparat
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Dewan Pers kecam Israel yang tangkap jurnalis RI di GSF
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Senar Layangan di Situbondo Telan Korban: Satu Tewas, Polisi Tindak Lanjuti
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pena Petrofin Awards 2026 Dorong Kolaborasi Media dan Industri Energi di Makassar
• 4 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.