Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap saat ini India tengah mengincar impor pupuk dari Indonesia. Adapun tonase yang diminta adalah 500 ribu ton.
Amran juga menjelaskan saat ini tengah mengupayakan agar harga yang didapatkan untuk permintaan India tersebut juga menguntungkan.
“Duta besar India telepon saya langsung meminta 500 ribu ton. Nanti kita lihat. Kita, kan, mana harga paling menguntungkan. Jadi kalau kita ekspor, harga setinggi-tingginya,” kata Amran kepada media di kediamannya di Jakarta Selatan pada Selasa (19/5).
Adapun pemenuhan permintaan India atau potensi ekspor tersebut nantinya akan diupayakan bisa terealisasi tahun ini.
“Iya, kita bayarkan tahun ini. Stok kita, kelebihan kita masih banyak,” ujar Amran.
Selain itu, Amran juga memberi kabar terbaru mengenai rencana ekspor beras ke Malaysia. Saat ini, Amran menyebut harga yang diminta Malaysia sudah ada pada level yang bagus. Meski demikian, kelanjutan hal itu nantinya akan menunggu eksekusi dari Perum Bulog.
“Rp 16.800. Udah bagus. Nantilah kita putuskan. Kita lihat aja. Nanti Bulog deh yang tangani. Karena di tangan Bulog, kita akan regulator,” kata Amran.
Sebelumnya, Indonesia sedang menjajaki ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia senilai Rp 2 triliun. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan saat ini proses negosiasi harga ekspor tersebut masih berlangsung.
“Sudah melakukan negosiasi tahap kedua. Kalau 200 ribu ton itu dikalikan-kalikan aja Rp 10 ribu lah contohnya. Berarti, kan, sekitar berapa tuh? Rp 2 triliun,” ujar Rizal di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (6/5).
Selain Malaysia, Rizal menjelaskan saat ini banyak negara yang ingin mengimpor beras dari Indonesia. Namun, ia tidak merinci negara mana saja. Ia menegaskan potensi ekspor ke Malaysia menjadi salah satu fokus Indonesia saat ini.
“Karena memang sekarang beberapa negara juga sudah banyak rebutan untuk beli beras. Mengimpor beras dari Thailand, Vietnam, dan mudah-mudahan dari Malaysia ini akan mengimpor beras ke kita,” kata Rizal.





