Wuyishan (ANTARA) - Petani teh Luo Xianhua dari Tongmu, sebuah desa yang terletak jauh di dalam Taman Nasional Wuyishan, juga bertugas sebagai penjaga hutan setidaknya selama 15 hari setiap bulan.
Masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO sebagai situs warisan budaya dan alam campuran, taman nasional ini merupakan rumah bagi ekosistem hutan subtropis tengah yang paling terjaga dengan baik di dunia di garis lintang yang sama, dan memainkan peran krusial dalam konservasi keanekaragaman hayati global.
Saat bertugas di stasiun konservasi Tongmu di dalam area taman itu, Luo berpatroli di hutan, memantau satwa liar, memeriksa potensi bahaya kebakaran, serta mencegah penebangan liar. Ketika tidak bertugas, Luo merawat kebun teh pegunungan di taman tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Lingkungan yang baik merupakan jaminan bagi produk teh berkualitas," kata Luo.
"Sebanyak 12 orang dari desa saya telah bergabung dengan tim jagawana untuk membantu melindungi taman nasional ini," imbuhnya.
Luo Xianhua (pertama dari kiri), bersama staf Taman Nasional Wuyishan, berpatroli di taman tersebut di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 7 Mei 2026. (Xinhua/Wei Peiquan)
Luo Xianhua di Taman Nasional Wuyishan di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 8 Mei 2026. (Xinhua/Jiang Kehong)
Luo Xianhua mengamati monyet-monyet saat berpatroli di Taman Nasional Wuyishan di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 8 Mei 2026. (Xinhua/Jiang Kehong)
Luo Xianhua (pertama dari kiri), bersama staf Taman Nasional Wuyishan, berpatroli di taman tersebut di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 7 Mei 2026. (Xinhua/Wei Peiquan)
Luo Xianhua (depan) dan rekan-rekannya berpatroli di Taman Nasional Wuyishan di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 8 Mei 2026. (Xinhua/Jiang Kehong)
Luo Xianhua (kiri) dan rekannya bekerja dengan sistem pemantauan video di stasiun konservasi Tongmu di Taman Nasional Wuyishan di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 8 Mei 2026. (Xinhua/Wei Peiquan
Masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO sebagai situs warisan budaya dan alam campuran, taman nasional ini merupakan rumah bagi ekosistem hutan subtropis tengah yang paling terjaga dengan baik di dunia di garis lintang yang sama, dan memainkan peran krusial dalam konservasi keanekaragaman hayati global.
Saat bertugas di stasiun konservasi Tongmu di dalam area taman itu, Luo berpatroli di hutan, memantau satwa liar, memeriksa potensi bahaya kebakaran, serta mencegah penebangan liar. Ketika tidak bertugas, Luo merawat kebun teh pegunungan di taman tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Lingkungan yang baik merupakan jaminan bagi produk teh berkualitas," kata Luo.
"Sebanyak 12 orang dari desa saya telah bergabung dengan tim jagawana untuk membantu melindungi taman nasional ini," imbuhnya.
Luo Xianhua (pertama dari kiri), bersama staf Taman Nasional Wuyishan, berpatroli di taman tersebut di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 7 Mei 2026. (Xinhua/Wei Peiquan)
Luo Xianhua di Taman Nasional Wuyishan di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 8 Mei 2026. (Xinhua/Jiang Kehong)
Luo Xianhua mengamati monyet-monyet saat berpatroli di Taman Nasional Wuyishan di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 8 Mei 2026. (Xinhua/Jiang Kehong)
Luo Xianhua (pertama dari kiri), bersama staf Taman Nasional Wuyishan, berpatroli di taman tersebut di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 7 Mei 2026. (Xinhua/Wei Peiquan)
Luo Xianhua (depan) dan rekan-rekannya berpatroli di Taman Nasional Wuyishan di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 8 Mei 2026. (Xinhua/Jiang Kehong)
Luo Xianhua (kiri) dan rekannya bekerja dengan sistem pemantauan video di stasiun konservasi Tongmu di Taman Nasional Wuyishan di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 8 Mei 2026. (Xinhua/Wei Peiquan





