Fakta Unik Gmail yang Jarang Diketahui Pengguna-Melek Teknologi

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Di era sekarang, Gmail sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Mulai dari urusan kerja, sekolah, hingga media sosial, hampir semuanya terhubung dengan layanan email milik Google ini.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa saat pertama kali diluncurkan pada 2004, Gmail justru sempat dianggap sebagai lelucon April Mop. Tawaran kapasitas penyimpanan gratis sebesar 1 GB kala itu terdengar terlalu mustahil untuk dipercaya. Dari yang awalnya diragukan, Gmail kini berkembang menjadi salah satu layanan email paling populer dan berpengaruh di dunia.

Namun, Gmail benar-benar hadir dan kemudian berkembang menjadi salah satu inovasi digital yang mengubah cara orang berkomunikasi melalui email. Dengan sistem peluncuran berbasis undangan, Gmail bahkan sempat menjadi layanan eksklusif yang diburu pengguna internet pada era awal 2000-an.
 

Baca Juga :

 
Kenapa Orang Jepang Jarang Obesitas? Ternyata Ini Pola Makannya-Tips Kesehatan
 
  Fakta Unik Gmail Melansir Snaggged, berikut sejumlah fakta menarik di balik sejarah Gmail. 1. Berawal dari “Proyek 20 Persen” Gmail merupakan konsep yang dicetuskan oleh Paul Buchheit, seorang insinyur Google yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan Google Groups.

Ide Gmail muncul dari ketidakpuasan terhadap layanan email pada masa itu. Buchheit ingin menciptakan sistem email yang lebih cepat, memiliki fitur pencarian yang kuat, serta menawarkan kapasitas penyimpanan besar.

Proyek ini mulai dikembangkan pada 2001 sebagai bagian dari program “20 persen” Google, yakni kebijakan yang memberi kesempatan kepada karyawan untuk menggunakan sebagian waktu kerja mereka mengembangkan proyek pribadi. 2. Gmail Pernah Jadi Layanan Super Eksklusif Pada masa awal peluncurannya, Gmail hanya bisa diakses melalui sistem undangan. Strategi ini membuat Gmail terasa eksklusif dan memicu “demam undangan” di internet.

Bahkan, undangan Gmail sempat diperjualbelikan secara daring dengan harga tinggi. Sistem tersebut kemudian dianggap sebagai salah satu strategi pemasaran paling sukses di era awal perkembangan teknologi internet. 3. Pernah Diprotes karena Isu Privasi Gmail juga sempat menuai kontroversi ketika mulai menampilkan iklan kontekstual berdasarkan isi email pengguna. Kebijakan tersebut memicu perdebatan soal privasi digital, meski kini sistem personalisasi serupa sudah umum digunakan di berbagai platform digital.

Selain itu, Gmail dikenal sebagai salah satu layanan yang mempopulerkan teknologi Ajax, yang membuat pengalaman menggunakan email menjadi lebih cepat dan interaktif. 4. Fitur Unik yang Jarang Disadari Pengguna Gmail memiliki sejumlah fitur unik yang sering tidak disadari pengguna. Salah satunya, tanda titik dalam alamat Gmail sebenarnya tidak memengaruhi alamat email.

Artinya, alamat email dengan atau tanpa titik tetap akan masuk ke kotak masuk yang sama.

Selain itu, fitur Snooze memungkinkan pengguna “menunda” email agar muncul kembali pada waktu tertentu. Ada juga Confidential Mode yang memberikan lapisan keamanan tambahan untuk pesan sensitif.
 

Baca Juga :

 
Ini Deretan Negara yang Punya Pola Makan Tersehat dan Bikin Panjang Umur-World In Minute
 
  Kini Terintegrasi dengan AI Gemini Perkembangan terbaru Gmail kini semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan melalui fitur Gemini. Dilansir Times of India, Google menghadirkan Gemini di Gmail untuk membantu pengguna mengelola email dengan lebih praktis dan efisien.

Fitur AI Overviews memungkinkan rangkaian email panjang diringkas menjadi poin-poin penting. Selain itu, Gemini juga dapat membantu menyusun draf balasan otomatis, melakukan pencarian berbasis bahasa alami, hingga menemukan informasi spesifik di kotak masuk tanpa harus menelusuri email satu per satu.

Nah, itu dia sejumlah fakta menarik di balik sejarah Gmail yang mungkin belum banyak diketahui. Dari yang awalnya dianggap lelucon April Mop hingga kini terintegrasi dengan teknologi AI, Gmail terus berkembang menjadi salah satu layanan email paling populer di dunia.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Jessica Nur Faddilah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wabah Ebola Varian Langka di Kongo Tewaskan 131 Orang, Belum Ada Obat atau Vaksin
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Heboh Pimpinan Ponpes Cabuli Santriwati, Cak Imin: Jangan Mudah Percaya Mondok Gratis
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Sarwendah Bantah Isu Pesugihan di Gunung Kawi, Cuma Datang untuk Syuting
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Soal PDIP Saran Wapres Gibran Berkantor ke IKN, PSI: Tanggung Amat Usulan PDIP, Katanya Partai Gede
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Begini Kondisi Johann Zarco usai Kecelakaan di MotoGP Catalunya
• 18 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.