Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) merespons isu yang beredar mengenai rencana pemerintah membentuk badan khusus yang akan mengelola aktivitas ekspor nasional.
Ia menegaskan, hingga saat ini Kementerian Keuangan belum menerima informasi resmi terkait rencana tersebut.
Menurut Purbaya, segala keputusan maupun pengumuman terkait pembentukan lembaga baru itu akan disampaikan langsung oleh Presiden.
“Wah, saya tidak tahu, nanti Presiden yang mengumumkan,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (19/5/2026).
Isu pembentukan badan pengelola ekspor tersebut belakangan menjadi sorotan pasar, terutama setelah dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dalam dua hari terakhir. Sentimen tersebut turut dipengaruhi sikap pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia.
Pada perdagangan Selasa (19/5/2026), IHSG tercatat melemah tipis 0,03 poin atau nyaris stagnan di level 6.599,21. Sementara itu, Indeks LQ45 juga terkoreksi 0,60 poin atau 0,09 persen ke posisi 650,49, mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap perkembangan kebijakan moneter dan fiskal.
Di sisi lain, sektor perdagangan mencatat kinerja ekspor yang masih tumbuh positif. Budi Santoso Menteri Perdagangan menyebutkan bahwa ekspor Indonesia pada kuartal I 2026 masih berada di jalur pertumbuhan meski di tengah tekanan global.
“Jadi gini, ekspor-ekspor kita memang tumbuhnya masih positif ya. Jadi sampai dengan Maret ini memang sekitar 0,9 persen,” kata Budi Santoso.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga momentum ekspor agar tetap tumbuh stabil di tengah tantangan seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian geopolitik global. Berbagai langkah dorongan ekspor, kata dia, akan terus dilakukan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk nasional.
“Pokoknya apapun kondisinya kita harus terus ya mencari jalan keluar agar ekspor kita tetap berjalan bahkan terus meningkat,” ujarnya. (ant/saf/faz)




