Grid.ID – Sosok Ustaz Solmed selama ini dikenal sebagai pendakwah kondang yang karismatik. Namun, siapa sangka di balik penampilannya yang berwibawa, suami April Jasmine ini memiliki sisi lain yang cukup mengejutkan terkait ibadah kurban.
Meski rutin berkurban setiap tahun dengan jumlah yang tidak sedikit, Ustaz Solmed terang-terangan mengaku tidak berani menyembelih sendiri hewan kurbannya. Hal ini terungkap saat ia dan sang istri tengah meninjau sapi-sapi jumbo di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
Saat ditanya wartawan apakah ia akan melakukan proses penyembelihan sendiri pada Idul Adha nanti, Ustaz Solmed langsung menggelengkan kepala.
"Nah, tahun ke tahun saya kagak berani tuh kalau nyembelih langsung," ujar Ustaz Solmed, Selasa (19/5/2026).
Sambil tertawa kecil, pria berusia 40 tahun ini mengungkapkan alasan di balik ketidakinginannya memegang pisau jagal. Ternyata, ia merasa tidak tega dan merasa ngeri melihat proses penyembelihan secara langsung.
"Takut, ngeri!" imbuhnya singkat sembari tertawa bersama April Jasmine.
Karena alasan tersebut, Ustaz Solmed selalu mempercayakan proses penyembelihan kepada panitia kurban atau tenaga ahli di tempat ia menyalurkan hewan kurban. Baginya, yang terpenting adalah niat dan tata cara ibadah yang sesuai syariat, meskipun bukan dirinya sendiri yang mengeksekusi.
Tahun ini, Ustaz Solmed dan April Jasmine menjatuhkan pilihan pada sapi-sapi berkualitas prima yang mereka beri nama "Kozma" dan "Si Berkah". Meski tak berani menyembelih, pasangan ini sangat selektif dalam memilih fisik hewan agarmendapatkan pahala terbaik.
"Kondisi prima dan berkah. Jadi harus sehat, harus berkah. Jangan cuma sekadar gede, tapi juga harus dapat keberkahannya," timpal April Jasmine menjelaskan arti nama sapi pilihan mereka.
Walau mengaku "ngeri" menyembelih, hal itu tidak menyurutkan semangat Ustaz Solmed untuk berbagi. Tahun ini ia berencana memborong sekitar empat ekor sapi berukuran besar hanya di satu titik lokasi saja.
Jumlah ini belum termasuk hewan kurban yang ia sebar di beberapa lokasi lain, seperti di kediaman lamanya dan tempat kelahirannya.
"Masih belum tahu totalnya, tapi saya berharap kayak di rumah yang dulu, tempat saya lahir, dan tempat tinggal sekarang semua bisa berkurban," tutup Ustaz Solmed. (*)
Artikel Asli




