JAKARTA - Pengelolaan barang bukti di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat menjadi role model bagi penegakan hukum di Indonesia, demikian disampaikan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
Menurut Fitroh, pengelolaan barang sitaan di Rupbasan dilakukan secara baik dan benar agar nilai ekonominya tetap terjaga. Dengan begitu, baik negara maupun pemilik barang tidak dirugikan setelah perkara berkekuatan hukum tetap. Hal ini, kata Fitroh, bisa menjadi contoh bagi seluruh penegakan hukum yang ada di Indonesia.
"Artinya, barang-barang yang disita itu jangan sampai rusak, jangan sampai nilai ekonominya turun supaya ketika kemudian nanti perkaranya sudah putus, ketika dinyatakan tidak bersalah, tentu pihak pemilik barang tidak dirugikan, dan ketika diputus bersalah, tentu negara juga tidak dirugikan," ujarnya saat menerima kunjungan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, bersama 85 peserta Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) di Rupbasan KPK, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga:Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas Digital di Kawasan Timur IndonesiaLebih lanjut, Fitroh menegaskan pengelolaan barang bukti membutuhkan petugas yang memiliki integritas tinggi. Pasalnya, meski ada keamanan berlapis, petugas yang tidak berintegritas pasti tetap akan melakukan kejahatan dengan mengambil barang bukti.
"Misalnya, ada barang bukti dalam bentuk pasir emas misalnya. Nah, kalau tidak dikelola oleh petugas yang punya integritas, tentu dengan mudahnya bisa dicuri atau digelapkan, meskipun sudah ada sistem yang sedemikian rupa dibangun sampai level dua," ungkap Fitroh.
"Supaya apa? Ya, memang menjaga betul-betul barang bukti itu jangan sampai dicolong," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fitroh juga berharap kolaborasi pendidikan integritas dengan Lemhannas dapat terus berjalan. Ia menekankan pentingnya kesamaan pandangan seluruh elemen bangsa dalam memerangi korupsi.
"Sekali lagi terima kasih, mudah-mudahan kolaborasi ini tetap berjalan dan semua stakeholder, semua elemen bangsa berpikir yang sama bahwa korupsi harus terus kita perangi," tutup Fitroh.
#nasional




