Bengkulu: Tiga calon haji asal Provinsi Bengkulu masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Kurniawan Arianto Abdul Gani menyebutkan tiga calon haji Bengkulu yang masih menjalani perawatan di RSAS yakni Umi Kasmini (63) asal Kota Bengkulu yang dirawat di Saudi German Hospital Makkah, serta Nurmala Dewi (69) asal Kota Bengkulu dan Muslim Yasir (80) asal Kabupaten Kaur yang dirawat di RSAS Al Noor Makkah.
"Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) mulai melakukan ground check fase dua atau pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh jemaah tanpa terkecuali untuk memastikan jemaah sehat menghadapi puncak ibadah haji di Armuzna," kata Kurniawan, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca Juga :
Kemenhaj Siapkan Makanan Siap Saji Untuk Jemaah saat ArmuznaBerdasarkan laporan penyelenggaraan kesehatan haji Provinsi Bengkulu per 19 Mei 2026, sebanyak 1.343 calon haji Bengkulu berada di Makkah. Sementara satu orang tercatat meninggal dunia di Arab Saudi.
Kurniawan mengatakan petugas kesehatan kloter terus memantau kondisi kesehatan jemaah, terutama menjelang fase Armuzna yang menjadi rangkaian ibadah dengan aktivitas fisik cukup tinggi. Selain pemantauan terhadap jemaah yang dirawat, TKHK juga memberikan edukasi kepada calon haji terkait upaya menjaga kesehatan selama menunggu puncak ibadah haji.
Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa
Petugas mengimbau calon haji mengonsumsi satu bungkus oralit setiap hari, minum air putih sebanyak 200 cc setiap jam, serta menggunakan alat pelindung diri saat berada di luar hotel. Imbauan ini penting guna mengurangi risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
Kemudian petugas kesehatan bersama ketua kloter dan pembimbing ibadah juga melakukan pemetaan calon haji yang akan mengikuti skema Murur maupun yang diusulkan mengikuti Safari Wukuf. Ini merupakan bagian dari mitigasi risiko kegawatdaruratan selama fase Armuzna.
Hingga 19 Mei 2026, layanan kesehatan yang diberikan kepada calon haji Bengkulu mencapai 2.113 layanan dengan 3.233 visitasi terhadap jemaah prioritas risiko tinggi. Diagnosis terbanyak yang ditangani petugas kesehatan meliputi ISPA, hipertensi, febris, diabetes melitus, myalgia, faringitis, dan vertigo.
Pelayanan kesehatan bagi calon haji Bengkulu juga terus berlangsung selama 24 jam. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan penanganan yang dibutuhkan menjelang puncak ibadah haji.




