Kemenhaj Atur Skema Pergerakan Jemaah saat Puncak Haji

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mematangkan skema pergerakan Jemaah pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Hal ini untuk memastikan pelayanan, pelindungan, dan mobilitas berjalan aman, tertib, dan terkendali.

"Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jamaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
 

Baca Juga :

Kemenhaj Imbau Jemaah Hindari City Tour Jelang Puncak Haji Armuzna, Ini Alasannya

Maria menjelaskan, pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah dimulai pada 8 Zulhijah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026. Pergerakan akan dibagi secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni pukul 06.00, 11.30, dan 17.30 Waktu Arab Saudi. Jamaah ditargetkan telah diberangkatkan menuju Arafah pada pukul 24.00 WAS.

“Jamaah kami imbau tidak berada di lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan. Tetap bersama rombongan, bawa perlengkapan secukupnya, selalu membawa identitas, dan jaga kondisi tubuh,” katanya.

Pelaksanaan wukuf di Arafah berlangsung pada 9 Zulhijah atau Selasa, 26 Mei 2026, pukul 10.00 hingga 13.00 WAS. Selepas magrib, jamaah diberangkatkan menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS. Bagi jamaah dengan skema murur, perjalanan langsung dilanjutkan menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.


Ilustrasi jemaah haji. Foto: AFP

Pergerakan jamaah non-murur dari Muzdalifah menuju Mina dimulai pukul 23.00 hingga 07.00 WAS pada 10 Zulhijah. Setibanya di Mina, jamaah akan melaksanakan lontar jumrah Aqabah mulai pukul 10.00 WAS, kemudian kembali ke tenda untuk mabit.

“Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat memberikan keringanan melalui mekanisme badal lontar bagi jamaah yang memiliki uzur,” kata dia.

Pada 11 hingga 13 Zulhijah, jamaah menjalani mabit di Mina dan melaksanakan lontar jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha sesuai jadwal. Jamaah nafar awal ditargetkan menyelesaikan rangkaian ibadah pada 12 Zulhijah, sementara nafar tsani pada 13 Zulhijah.

Ia menegaskan keberhasilan Armuzna tidak hanya ditentukan oleh kesiapan petugas, tetapi juga kedisiplinan jamaah.

“Patuhi jadwal, ikuti arahan resmi, jangan bepergian sendiri, jaga kekompakan, dan hemat tenaga menuju puncak haji. Kemenhaj akan terus melakukan monitoring 24 jam untuk memastikan layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, dan mitigasi kepadatan berjalan optimal,” kata Maria.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 WNI dalam Armada Flotilla ke Gaza Ditangkap Israel, Ini Daftarnya
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
PM Jepang kunjungi Korsel bahas penguatan pasokan energi
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Jasad Perempuan Berlumur Cairan Hitam Ditemukan Tergantung di Kebun Warga
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Demi Juara Super League, Pelatih Borneo FC Berdoa Persib Bandung Kalah dari Persijap Jepara
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pesulap Merah Klarifikasi Soal Video Pesugihan yang Menyeret Nama Sarwendah
• 8 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.