4 Rekomendasi Buku dari Nadia Makes untuk Cari Perspektif Hidup Baru

kumparan.com
20 jam lalu
Cover Berita

Sedang mencari rekomendasi buku bacaan baru, Ladies? Head of Content and Branding dari komunitas buku Empowered by Lit, Nadia Makes, memiliki beberapa opsi buku dari berbagai genre yang bisa kamu pilih. Bukan sembarang buku, bacaan-bacaan ini juga merupakan favorit Nadia.

Saat ini, minat baca anak muda masih tetap besar. Hal ini dijelaskan oleh Nadia Makes dalam sesi wawancara eksklusif bersama kumparanWOMAN. Perempuan berusia 28 tahun ini menyebut, anak muda kini membaca lewat berbagai medium, mulai dari konten panjang di media sosial, membaca buku, hingga membaca berita.

Buku-buku favorit Nadia Makes ini dapat melanggengkan minat baca, terutama bagi yang ingin menggali perspektif baru. Sebab, empat buku tersebut memiliki genre berbeda-beda, tetapi membawa pesan yang bisa diilhami dalam hidup. Apa saja?

1. Educated — Tara Westover (Memoar)

Menurut Nadia, memoar Educated ini memberikan perspektif soal pentingnya menuntut pendidikan. Buku ini menceritakan kisah seseorang yang tumbuh besar di keluarga pemeluk kepercayaan Mormon. Budaya dan komunitas Mormon sangatlah tertutup, termasuk terhadap pendidikan. Pada akhirnya, orang tersebut berhasil membuka diri dan menimba ilmu.

“Itulah kenapa dia memutuskan untuk menimba pendidikan. Dari situ, dia merasa bahwa dengan kita mengejar pendidikan, itu justru akan membuka wawasan dan membuatnya berani untuk keluar dari zona nyaman dan budaya tempat dia tumbuh,” ucap Nadia.

Dia pun menahbiskan Educated sebagai buku favoritnya. Sebab, buku ini tidak hanya membahas pentingnya pendidikan, tetapi memberikan perspektif baru.

2. Four Thousand Weeks: Time Management for Mortals — Oliver Burkeman (Nonfiksi)

Nadia menjelaskan, buku nonfiksi ini sangat cocok untuk dia dan orang-orang yang memiliki jam kerja padat. Sebab, lewat buku ini, dia belajar bahwa tidak apa-apa untuk tidak selalu “produktif”, dan bahwa produktivitas juga meliputi waktu istirahat.

“Aku, kan, kerja sebagai pengacara. Jadi, jadwalnya agak gila dan capek. Aku, tuh, didoktrin bahwa semakin banyak jam kerjamu, semakin produktif. Ternyata, buku ini berargumen sebaliknya. Penulis berkata, jam kita itu terbatas dan itu tidak apa-apa,” papar Nadia.

Menurutnya, faktor lain yang membuatnya menyukai buku ini adalah karena alih-alih sekadar self-help, buku ini menyajikan penjelasan faktual berbasis contoh nyata. Ini membuatnya lebih mudah mengerti.

“Jadi, ini adalah rekomendasi buat kalian yang mungkin agak workaholic, apalagi di zaman sekarang. Ini membantu banget,” ucap perempuan yang berprofesi sebagai pengacara ini.

3. Carrie Soto Is Back — Taylor Jenkins Reid (Fiksi)

Fiksi merupakan genre buku favorit Nadia. Dari seluruh buku fiksi yang sudah dibaca, Carrie Soto Is Back sukses menjadi salah satu favoritnya belakangan ini. Buku ini menceritakan tentang perempuan pemain tenis dan ambisinya sebagai perempuan.

“Kenapa aku suka banget ini? Karena ini bukan hanya bicara tentang tenis dan karier seorang atlet tenis perempuan, tetapi juga soal kompleksitas perempuan yang memiliki ambisi tinggi. Di sini, dipatahkan keyakinan bahwa jadi perempuan itu memang lebih susah memiliki ambisi dan lebih banyak kompleksitas yang perlu kita perhatikan,” jelasnya.

Nadia menegaskan, ini adalah buku yang sangat jujur. Pastinya, buku ini dapat dipahami oleh para perempuan, terutama mereka yang merasa terlalu “intens” di mata masyarakat.

4. Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam — Dian Purnomo (Fiksi)

Meskipun fiksi, buku ini mengangkat pengalaman hidup memilukan perempuan di tanah Sumba. Nadia mengatakan, buku ini menceritakan perempuan yang menjadi korban kawin tangkap—praktik yang masih lazim terjadi di Sumba. Bahkan, Nadia pernah membahas buku ini bersama komunitas Empowered by Lit.

“Lewat buku ini, kita dipaksa untuk belajar tentang saudara-saudara kita di Sumba. Jadi kita tahu adat mereka seperti apa. Mungkin, meskipun kita sama-sama tinggal di Indonesia, ternyata orang yang tinggal di Jawa dan yang di Sumba benar-benar hidupnya kontras, night and day,” jelasnya.

Dia pun menyorot, dari buku ini, kita bisa belajar bahwa masih ada perempuan yang hak asasinya belum terpenuhi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham BBTN Naik 9% Ytd Kala Perbankan Raksasa Lesu, Berapa Target Harganya?
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Frans Putros Masuk Skuad Sementara Timnas Irak untuk Piala Dunia 2026
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Steven Kembuan Imbau Masyarakat Jaga Nilai-nilai Pancasila: Persatuan Bangsa Harus Dijaga Bersama
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pleidoi Dirut Terra Drone: Saya Tidak Ada Niat Abaikan Keselamatan Karyawan
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Black Horses Rilis Album Ketiga “Jahanam”, Tampilkan Sisi Rock yang Lebih Satir dan Dewasa
• 9 jam laluintipseleb.com
Berhasil disimpan.