PT Bussan Auto Finance (BAF) mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp11,46 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 3,70% secara tahunan (year on year/YoY).
Presiden Direktur BAF, Koji Kato, mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang pembiayaan sepeda motor baru Yamaha sebagai kontributor utama dengan porsi lebih dari 60% terhadap total pembiayaan baru perusahaan.
“Hal ini sejalan dengan preferensi konsumen terhadap model Yamaha dengan desain modern dan teknologi terbaru, di mana segmen premium seperti Yamaha NMAX Neo mencatatkan pertumbuhan paling kuat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Kinerja pembiayaan tersebut turut mendorong pendapatan BAF tumbuh 1,96% YoY menjadi Rp4,78 triliun. Selain itu, efisiensi operasional yang dilakukan perusahaan berhasil menekan beban operasional sebesar 1,10% YoY menjadi Rp4,25 triliun.
Dari sisi profitabilitas, BAF membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 36,14% YoY menjadi Rp413,47 miliar.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi strategi, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan kualitas layanan kepada konsumen,” kata Koji.
Sepanjang 2025, BAF terus memperkuat posisinya sebagai captive finance Yamaha melalui kolaborasi dengan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan jaringan dealer di seluruh Indonesia.
Memasuki 2026, BAF menilai tekanan industri pembiayaan masih akan berlanjut. Namun, perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis, termasuk memperkuat kolaborasi dengan Yamaha dan menjaga keseimbangan portofolio pembiayaan.
“Kerja sama jangka panjang dengan Yamaha merupakan fondasi utama BAF. Tahun ini, kami berkomitmen untuk semakin memperkuat kolaborasi tersebut agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi konsumen sekaligus mendukung kinerja dealer Yamaha di seluruh Indonesia,” lanjut Koji.
Baca Juga: Kunjungi BAF Fair Bandung, Dapatkan Promo Spesial di Lokasi
Baca Juga: Buana Finance Salurkan Pembiayaan Rp4,29 Triliun
Selain bisnis otomotif, BAF juga memperluas pembiayaan produktif untuk UMKM. Sepanjang 2025, pembiayaan tersebut mencapai Rp1,71 triliun atau berkontribusi sebesar 12,55% terhadap total portofolio pembiayaan.
Di sisi lain, pembiayaan kendaraan ramah lingkungan tercatat mencapai Rp2,50 triliun atau sekitar 18,34% dari total portofolio pembiayaan perusahaan.





