Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung pidato dalam rapat paripurna di Gedung Nusantara DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5) besok. Dalam pidato itu, kepala negara rencananya akan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Prasetyo mengatakan, pemilihan waktu tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang dinilai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Kebetulan tanggal 20 (Mei) Hari Kebangkitan Nasional, jadi presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa, terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” kata Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulis kepada wartawan pada Selasa (19/2).
Dalam lembaran undangan Rapat Paripurna DPR, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato selama 45 menit, sejak pukul 10.25 – 11.11 WIB. Presiden akan hadir di Gedung Nusantara pada 09.45 WIB.
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengatakan, presiden dijadwalkan hadir dalam Rapat Paripurna DPR besok untuk menyampaikan langsung kerangka ekonomi makro serta pokok-pokok kebijakan fiskal pemerintah.
“Rencananya seperti itu. Jadi, untuk penyampaian kerangka ekonomi makro, terus juga pokok-pokok kebijakan fiskal akan disampaikan langsung oleh presiden,” kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
Ini juga akan menjadi yang pertama kalinya presiden menyampaikan materi tersebut langsung di hadapan DPR dalam forum resmi paripurna. “Yang saya tahu, iya (yang pertama),” ujarnya.




