Jakarta, ERANASIONAL.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pihaknya telah memecat seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertanian.
ASN tersebut dipecat karena diduga terlibat praktik mafia proyek untuk mencari keuntungan pribadi.
Pegawai berinisial C tersebut kini berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan sedang dalam pengejaran aparat kepolisian.
“Kami baru tanda tangan pemecatannya. Tanggal pemecatannya 7 Mei 2026. Kami berhentikan. Inisialnya C,” tegas Amran, Selasa (19/5/2026).
Amran belum membeberkan secara rinci jenis proyek maupun komoditas yang diduga dimainkan oleh oknum ASN tersebut.
Namun ia memastikan pemerintah akan menindak tegas siapa pun yang terlibat praktik mafia di sektor pertanian.
Menurut Amran, praktik mafia di lingkungan pertanian masih marak dengan berbagai modus, mulai dari menawarkan jasa pengamanan proyek hingga menjanjikan kemenangan tender kepada pengusaha tertentu.
“Nanti saya umumkan kalau sudah ditangkap. Ini ada lengkap, di wilayah Republik Indonesia, nanti dikasih tahu namanya DPO. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ditangkap,” ujarnya.
Selain memburu ASN berinisial C, Amran juga mengungkap adanya pihak lain berinisial H dan R yang diduga mencatut nama Kementerian Pertanian untuk meminta uang kepada masyarakat dengan iming-iming proyek pertanian.
Menurut dia, modus tersebut berpotensi merugikan negara hingga Rp3,3 miliar.
“Dia mengatasnamakan Kementerian Pertanian, meminta uang pada orang. Yang ditemukan satu orang Rp300 juta. Itu nama yang menerima inisialnya H, yang memberikan proyek nama R, dan dijanjikan proyek di pertanian,” kata Amran.
Ia menegaskan, apabila H dan R terbukti merupakan ASN aktif di Kementerian Pertanian, maka sanksi pemecatan juga akan dijatuhkan tanpa kompromi.
Amran menilai praktik mafia proyek di sektor pangan merupakan bentuk kejahatan serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat dan berpotensi mengganggu program pemerintah.
“Kami minta kepada kepolisian mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Kalau ada yang terlibat di pertanian, saya pastikan saya pecat. Tidak ada lagi ruang untuk menasihati atau memberi peringatan,” tegasnya.
“Kalau kami temukan, kami minta diusut tuntas karena ini kejahatan. Ini mafia,” pungkas Amran. []





